Nasional

Kisah Ilham Agen Perlinsos, Bantu Tetangga Terdaftar Jadi Calon Penerima Bansos

Channel9.id, Lebak – Ilham Prayoga (26 tahun) resah karena banyak tetangganya yang mengalami kesulitan ekonomi. Mereka notabene sudah lansia, namun belum juga menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Dia termotivasi untuk membantu para tetangganya itu, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Hingga Ilham menemukan informasi mengenai kesempatan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Menjadi Agen Perlinsos membuat dia punya kesempatan membantu tetangga. Membantu mereka untuk mencatatkan identitas diri pada Perlinsos Digital agar berpeluang besar mendapatkan bansos dari pemerintah.

“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah, cuma mereka itu belum terdaftar di bantuan sosial ini. Akhirnya, tergeraklah hati saya buat daftar jadi Agen Perlindungan Sosial ini,” kata Ilham.

Gayung bersambut, dia melihat pengumuman cara menjadi Agen Perlinsos di akun Instagram Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial.

“Saking penasarannya, dari situ saya ngulik (persyaratan menjadi Agen Perlinsos). (Terus), saya mendaftar,” kata dia.

Tak berlangsung lama, Ilham pun resmi jadi Agen Perlinsos. Menurutnya, persyaratan menjadi agen itu mudah. Cukup dengan memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Untuk mendapatkan IKD, masyarakat tinggal mengunduh aplikasi resmi Identitas Kependudukan Digital di Google Play Store atau Apple App Store. Setelah masuk ke aplikasi, pemohon mendaftar dan memasukkan NIK, email, aktif, dan nomor telepon seluler.

Selanjutnya, pemohon melakukan verifikasi wajah sesuai petunjuk di layar. Dan langkah terakhir, datang langsung ke kantor Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil atau kantor kecamatan terdekat untuk memindai kode QR.

“Kita daftar, (langsung) bisa jadi agen. Gampang kok,” kata Ilham.

Ilham berharap sistem Perlinsos Digital ini terus diperbarui agar masyarakat semakin mudah untuk mendaftarkan diri. Dengan begitu, pemerintah juga akan semakin tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan sosial.

“Digitalisasi itu membantu masyarakat, yang tadinya kalau mau pengajuan bansos itu tuh harus fotokopi ini, fotokopi itu, harus pemberkasan, dan lama juga ya. Setelah adanya digitalisasi dan adanya Perlinsos (Digital) ini, membantu masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Saya sangat mendukung program ini,” kata dia.

Karena dipercaya menjadi Agen Perlinsos, Ilham pun sungguh-sungguh untuk membantu tetangga yang membutuhkan. Hanya dalam kurun dua minggu sejak resmi jadi agen, Ilham sudah mendaftarkan lebih dari 200 tetangganya.

“Ayo kita daftar (jadi) Agen Perlinsos. Cukup menggunakan IKD, kita daftarkan orang-orang yang mungkin kurang mampu, kita harus peduli dengan masyarakat lainnya, harus peduli dengan satu sama lain,” ujar Ilham.

Berbasis Digital Public Infrastructure (DPI), Perlinsos Digital menjadi sistem perlindungan sosial terintegrasi pertama di Indonesia. Sistem ini memudahkan masyarakat mendaftar, mengecek kelayakan, dan mengajukan sanggah data bansos secara mandiri.

Pemerintah menyalurkan anggaran Rp500 triliun per tahun untuk bantuan sosial. Agar penyaluran bantuan akurat, tepat sasaran, dan akuntabel, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) dan Kementerian Sosial berkolaborasi menghubungkan data dari 8 instansi secara real-time.

Kini, jangkauan uji coba Perlinsos Digital telah meluas hingga ke 258 kabupaten/kota di Indonesia. Kelancaran program ini juga didukung lewat kontribusi para Agen Perlinsos yang secara sukarela hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses bantuan dengan mudah, sehingga tidak ada warga kurang mampu yang tertinggal.

Pengalaman dan kisah inspiratif Ilham Prayoga sebagai Agen Perlinsos di Kabupaten Lebak ini dapat disaksikan selengkapnya dalam program Podcast Sinergi Indonesia di saluran YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

42  +    =  45