Nuranica Rilis Lagu ‘Ada Saatnya Semua Terjadi’, Penyemangat bagi Para Pejuang Harapan
Lifestyle & Sport

Nuranica Rilis Lagu ‘Ada Saatnya Semua Terjadi’, Penyemangat bagi Para Pejuang Harapan

Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment Indonesia melahirkan penyanyi yang punya ciri khas tersendiri dengan karya lagunya yang inspiratif. Demikian dengan penyanyi Nuranica yang kembali menyapa pencinta musik melalui karya terbarunya yang penuh makna dengan merilis lagu ‘Ada Saatnya Semua Terjadi’.

Bukan sekadar lagu yang memicu senyum, lagu ‘Ada Saatnya Semua Terjadi’ hadir sebagai pengingat bagi siapa saja untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar impian.

Melalui single ini, Nuranica mengajak pendengarnya untuk merasakan kembali momen manis yang ia sebut sebagai butterfly era.

Suasana yang digambarkan mencakup perasaan bahagia, pipi yang merona, hingga kesadaran bahwa mimpi-mimpi yang sebelumnya dianggap mustahil ternyata bisa bersemi kembali.

Nuranica mengungkapkan bahwa lagu ini didedikasikan sebagai teman bagi mereka yang sedang dirundung keraguan. Ia ingin memberikan suntikan semangat agar pendengar tetap percaya pada proses dan waktu yang telah diatur oleh semesta.

“Aku pengen lagu ini jadi teman buat siapa aja yang mungkin lagi ragu sama mimpinya. Pesanku cuma satu: jangan ragu pada semesta! Kadang kita cuma perlu merayakan mimpi-mimpi kita terus berjalan, karena tanpa disangka-sangka, tau-tau ada waktunya semua hal baik itu beneran terjadi,” ujar Nuranica dengan penuh antusias.

Dengan aransemen musik yang dirancang untuk memanjakan telinga serta lirik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, ‘Ada Saatnya Semua Terjadi’ diharapkan mampu menjadi anthem penyemangat bagi para pejuang harapan.

Bagi para pendengar yang ingin merasakan energi positif dari karya terbaru Nuranica, lagu ini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.

Kehadiran lagu ini menjadi bukti konsistensi Nuranica dalam menghadirkan musik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memiliki kedalaman pesan yang mampu menyentuh hati pendengarnya.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  2  =