Channel9.id – Jakarta. Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menyampaikan aspirasi mengenai transparansi informasi pemerintah, komunikasi publik, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam agenda Future Leaders Summit (FLS) Goes to Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Jumat (9/10/2026).
Dalam dialog tersebut, mahasiswa Universitas Mataram, Cahyani, mengusulkan pembuatan dashboard informasi publik yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan isu nasional secara berkala. Menurut dia, informasi yang disampaikan melalui konferensi pers dan pemberitaan belum selalu memudahkan masyarakat mengikuti perkembangan suatu persoalan secara berkelanjutan.
“Jadi, jika ada isu nasional, pemerintah update setiap hari secara real-time. Jadi, setidaknya di situ kita bisa tahu informasinya dan kita bisa akses secara publik bersama masyarakat-masyarakat lainnya,” tutur Cahyani.
Menanggapi usulan itu, pihak Bakom RI menyampaikan bahwa lembaganya tengah merancang dashboard komunikasi pemerintah untuk membantu masyarakat memantau perkembangan berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Selain transparansi informasi, mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, Nanda, menyoroti akuntabilitas dan kemampuan pejabat publik dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Ia menilai keterampilan komunikasi perlu menjadi perhatian agar pesan pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh publik.
“Salah satu skill yang harus dimiliki pejabat publik itu adalah public speaking, Pak, menurut saya pribadi. Harapannya masukan saya dapat disampaikan, perlu memperbaiki komunikasi publik,” ujar Nanda.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian mahasiswa dalam forum tersebut. Khairir Yahya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai menyampaikan kekhawatiran terhadap kualitas udara di wilayah Kalimantan selama Agustus hingga Oktober. Ia menyebut lebih dari 170 orang di wilayahnya terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam periode tersebut dan meminta pemerintah memperkuat koordinasi untuk menangani persoalan karhutla.
“Di Kalimantan itu kualitas udaranya sudah cukup parah, karena terhitung dari Agustus hingga Oktober lebih dari 170 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sana. Untuk menyelesaikan permasalahan kabupaten, perlu ada penyelesaian dari pemerintah, kita sebagai mahasiswa, dan juga masyarakat,” kata Khairir.
FLS Goes to Bakom RI merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Future Leaders Summit 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Forum ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa, khususnya pemimpin dan pengurus organisasi kampus, untuk berdiskusi langsung dengan pemangku kebijakan mengenai persoalan publik dan program pemerintah.
Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan menjelaskan bahwa tugas lembaganya tidak terbatas pada produksi dan penyebaran konten. Bakom juga menjalankan riset, menyerap aspirasi publik, serta mengoordinasikan komunikasi antarkementerian dan lembaga.
“Tujuannya mengomunikasikan program strategis atau program perbaikan cepat yang dipilih oleh Presiden agar bisa diterima, dimengerti, dipahami, bahkan didukung oleh masyarakat luas,” jelas Syahganda.
Menteri Koperasi Fery Juliantono turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam dialog bersama mahasiswa, ia membahas peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa, termasuk melalui penyerapan hasil produksi masyarakat.
“Fungsi dari Koperasi Desa Merah Putih ini adalah menjadi offtaker, menyerap, menampung hasil produk masyarakat, seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan lain sebagainya,” ujar Fery.
Melalui FLS 2026, Kemdiktisaintek mendorong mahasiswa terlibat dalam diskusi kebijakan dan menyampaikan aspirasi berdasarkan persoalan yang mereka temui di masyarakat. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
HT




