Channel9.id – Padang. Sebanyak 238 jiwa telah dievakuasi dari wilayah terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Pemerintah juga menyalurkan bantuan makanan, selimut, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir.
Sementara itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Pendataan dan pemutakhiran data masih berlangsung seiring dengan penanganan banjir di sejumlah permukiman.
“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa menempati Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berada di Warung Jembatan Guo.
Untuk memenuhi kebutuhan warga selama mengungsi, pemerintah telah menyalurkan 500 bungkus nasi. BPBD Kota Padang juga mendistribusikan 100 selimut bagi warga terdampak.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Padang menyalurkan 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur. Bantuan tersebut didistribusikan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
“Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi,” ujar Berton.
Penanganan banjir dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Petugas juga melakukan evakuasi lanjutan serta pendataan untuk mengidentifikasi warga yang masih membutuhkan pertolongan.
Polda Sumatera Barat turut mengerahkan ratusan personel untuk membantu evakuasi di sejumlah titik terdampak, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Selain mendukung proses penyelamatan, Polri mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan selama pemiliknya mengungsi.
Posko kesehatan dan Posko SAR juga didirikan untuk mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi apabila diperlukan evakuasi lanjutan. Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke rumah yang masih berisiko terendam banjir.
HT




