Channel9.id – Tangerang Selatan. Ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, menewaskan dua orang dan menyebabkan 11 orang lainnya luka-luka. Polisi memastikan ledakan tersebut bukan berasal dari bom, tetapi masih menyelidiki penyebab kejadian.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan.
“Dari hasil olah TKP sementara, ini bukan bom, tetapi ledakan yang masih kami dalami penyebabnya,” kata Susatyo kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan tabung etilen berukuran 52 kilogram di lokasi kejadian. Gas etilen lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah.
Penyidik juga menemukan sejumlah tabung di luar lokasi ledakan. Namun, polisi belum menyimpulkan apakah temuan tersebut berkaitan dengan penyebab ledakan.
Di area ruko yang mengalami kerusakan paling parah, petugas menemukan tumpukan pisang yang masih mentah. Berdasarkan keterangan saksi, lokasi tersebut digunakan untuk pengemasan buah yang akan didistribusikan ke sejumlah pasar.
Polisi masih mendalami temuan di lokasi untuk memastikan sumber dan penyebab ledakan. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada empat blok ruko berlantai dua.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan jumlah korban sementara mencapai 13 orang, terdiri atas dua orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.
“Data korban sementara total korban 13 orang, dengan rincian 11 orang luka-luka dan 2 orang meninggal dunia,” kata Bambang dalam keterangannya kepada Channel9, Kamis.
Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Riko dan Achmad Tri Prasetyo. Sementara itu, 11 korban luka dirawat di RSUD Tangerang Selatan, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati.
Bambang menambahkan, empat korban mengalami luka berat. Dua di antaranya, Andri dan Andre, mengalami luka bakar hingga 90 persen.
“Ada empat orang luka berat, dua di antaranya luka bakar 90 persen, yakni atas nama Andri dan Andre,” ujarnya.
Ledakan terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Kuatnya ledakan menyebabkan sejumlah bangunan runtuh dan menimpa korban.
Untuk mengungkap penyebab kejadian, polisi menjadwalkan pemeriksaan lanjutan pada Kamis dengan melibatkan tim gabungan dari Puslabfor Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan.
Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi di Polres Tangerang Selatan guna menggali informasi mengenai aktivitas di lokasi sebelum ledakan.
HT




