Channel9.id-Jakarta. Film Indonesia bergenre horor konvensional begitu mendominasi di industri sinema Tanah Air. Untuk itu, rumah produksi Viddsee bersama Bahagia Tanpa Drama menghadirkan terobosan baru dengan film ‘Siti Si Vampir’.
Film ini mengusung genre horor-komedi dengan mengeksplorasi sosok vampir, karakter rekaan yang tergolong sangat jarang diangkat ke dalam lanskap perfilman nasional.
Produser Celerina Judisari mengungkapkan bahwa keputusan menggarap cerita ini didasari oleh adanya celah dalam pilihan tontonan masyarakat yang masih didominasi oleh figur hantu lokal.
Melalui pendekatan komedi, kehadiran sosok vampir lokal dinilai menjadi media yang tepat untuk merefleksikan dinamika kehidupan sosial secara lebih santai.
“Vampir di film Indonesia itu hampir tidak ada. Yang lain horornya kuntilanak atau jenis hantu lokal lainnya. Jadi kami melihat ada celah, bagaimana jika ada vampir lokal. Kombinasi nama Siti dan vampir ini menghadirkan situasi komedi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan yang relevan,” ujar Celerina Judisari dalam acara Press Screening di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Sutradara Rahabi Mandra menjelaskan bahwa tantangan utama dalam mengadaptasi mitos vampir ke dalam konteks lokal adalah mengemas pertentangan kelas sosial antara kelompok akar rumput (grassroot) dan kelompok elite. Ia menggunakan pendekatan visual yang unik, yakni memadukan elemen estetika anime ke dalam film live-action.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang segar. Penggunaan elemen visual ala anime dalam Siti Si Vampir bertujuan memberikan pengalaman menonton yang berbeda, sekaligus memperkuat unsur komedi dan fantasi yang ingin disampaikan,” kata Rahabi.
Aktris Satine Zaneta, yang memerankan karakter utama Siti, mengaku tertantang memerankan sosok vampir yang harus berjuang di tengah kerasnya realitas sosial Jakarta.
Film ‘Siti Si Vampir’ diharapkan menjadi angin segar bagi penonton yang merindukan variasi genre di tengah maraknya film horor religi dan drama romantis.
Kolaborasi lintas negara antara Viddsee dan sineas lokal ini juga bertujuan menangkap keunikan komedi Indonesia yang tajam.
Dengan perpaduan mitos global dan isu lokal, film ‘Siti Si Vampir’ siap memberikan warna baru bagi industri perfilman nasional pada akhir tahun 2026 ini.
Kontributor: Akhmad Sekhu




