Channel9.id – Jakarta. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 57,5 juta penerima hingga 9 Oktober 2026. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak yang disertakan dalam agenda pembangunan generasi muda.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, program MBG telah menjangkau penerima melalui 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penerimanya meliputi 46,2 juta peserta didik, 3,9 juta pendidik dan tenaga kependidikan, serta 7,4 juta kelompok rentan yang terdiri atas balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.
Syahganda menyampaikan target penerima MBG meningkat menjadi 72,4 juta orang pada 2027. Program ini merupakan salah satu kebijakan yang disertakan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bersama perluasan akses pendidikan dan peningkatan keterampilan untuk memasuki dunia kerja.
Syahganda mengatakan pembangunan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan.
“Negara menempatkan karakter anak muda sebagai titik awal kemajuan. Pemerintah membentuk generasi yang tidak menyerah saat menghadapi kesulitan dan tidak runtuh saat gagal,” ujar Syahganda dalam keterangan tertulis yang diterima Channel9.id, Rabu (28/10/2026).
Selain MBG, ia memaparkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Per 23 September 2026, program tersebut telah beroperasi di 182 lokasi dan melayani sekitar 44.000 siswa.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama sehingga siswa mendapatkan fasilitas belajar, tempat tinggal, dan kebutuhan makan. Jumlah siswanya ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 150 ribu orang pada 2027, sementara pembangunan 500 Sekolah Rakyat permanen ditargetkan rampung hingga 2029.
Dalam bidang sarana pendidikan, Syahganda menyebut sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi sepanjang 2025. Adapun revitalisasi terhadap 11.744 sekolah pada 2026 dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen, dengan target keseluruhan yang diperluas menjadi 71.744 sekolah.
Syahganda juga memaparkan program digitalisasi pendidikan melalui distribusi papan interaktif digital. Sepanjang 2025, perangkat tersebut telah disalurkan ke 288.865 satuan pendidikan, sedangkan pada 2026 setiap sekolah ditargetkan memperoleh tambahan tiga unit.
Syahganda mengatakan pembangunan generasi muda juga diarahkan pada pembentukan karakter agar mereka mampu menghadapi kesulitan dan mengembangkan potensi.
“Negara membuka jalan agar pemuda berani bermimpi setinggi langit dan bekerja sekeras mungkin sampai memberi yang terbaik bagi bangsa,” katanya.
Untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja, Syahganda turut menyoroti Program Magang Nasional. Program selama enam bulan tersebut menargetkan 100 ribu peserta pada 2025 dan 150 ribu peserta pada 2026, dengan uang saku setara upah minimum kabupaten/kota serta sertifikat kompetensi.
Adapun sekitar 30 ribu peserta program magang 2025 telah direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Peluang pengembangan keterampilan untuk pasar kerja internasional juga dibuka melalui program SMK Go Global. Sejak pendaftaran dibuka pada 12 Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 7.239 peserta dari target 40 ribu orang pada tahun ini.
Syahganda menyebut sasaran jangka panjang program itu mencapai 500 ribu talenta hingga 2029, terdiri atas 300 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 200 ribu orang dari masyarakat umum.
HT




