Channel9.id- Jakarta. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi kerap tahan banting dalam setiap guncangan ekonomi, semisal saat krisis melanda pada 1998.
Hal tersebut menurut Ketua Koperasi UMKM Alumni Indonesia (KUALI), Ary Zulfikar, menunjukan koperasi dan UMKM sangat efektif sebagai penggerak di saat lesunya perekonomian bangsa dan dunia akibat corona. “Pasca pancemi Covid-19 yang melanda dunia, jenis usaha yang cocok dikembangkan adalah UMKM,” kata Ary Zulfikar yang juga Direktur Eksekutif Hukum LPS ini dalam webinar bertajuk Memaksimalkan Peran Koperasi Sebagai Agregator Produk Anggota pada Senin (20/7).
Ary menambahkan semangat koperasi harus didorong agar para anggota akan saling mendukung. “Meskipun produknya sama, tidak akan ada persaingan yang menjatuhkan,” katanya.
Hal itu juga yang membuat dirinya menggagas KUALI yang baru 20 Mei lalu dideklarasikan. Saat ini, kata dia, KUALI keanggotaannya sudah mencapai 650 anggota dengan lebih dari 700 produk. “Ini bukan koperasi simpan pinjam. Ke depan, koperasi dan UMKM sektor jasa bisa bergabung,” pungkas Ary yang juga calon Ketua IKA Universitas Padjajaran itu.
Menurut Ary, peranan koperasi dalam kegiatan ini adalah sebagai jalan untuk membantu UMKM dengan memudahkan akses untuk mendapatkan dana, memberikan akses ke pasar yang lebih luas serta pembinaan bagi para pengembang UMKM.
“Kita menerapkan asas kekeluargaan dan bukan persaingan. Nanti kita juga bantu mereka untuk akses pendanaan, akses untuk pemasaran, serta pembinaan,” tambah Ary.
IG