Channel9.id, Jakarta. Pemerintah memastikan stok pangan pokok strategis lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menjaga harga tetap stabil dan memastikan pasokan pangan tersedia, terutama di daerah terdampak bencana. Instruksi itu mulai dijalankan satu pekan sebelum Ramadan.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Teddy menegaskan pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat.
“Presiden ingin harga terkendali dan bahan pokok benar-benar tersedia serta terjangkau, khususnya di wilayah terdampak bencana,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan nasional dalam kondisi aman.
Ia menyebut stok beras pemerintah saat ini mencapai 3,4 juta ton. Angka itu diperkirakan naik menjadi 3,8 juta ton pada akhir Februari dan menembus 4 juta ton pada Maret. Pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan pangan.
Data Bapanas per 11 Februari 2026 menunjukkan stok beras Bulog mencapai 3,41 juta ton. Serapan beras dalam negeri pun melonjak tajam. Hingga hari ini, Bulog telah menyerap 240,4 ribu ton setara beras, naik lebih dari 500 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 38,7 ribu ton.
Tak hanya beras, Amran menegaskan seluruh komoditas pangan pokok berada dalam kondisi surplus.
“Stok dua bulan ke depan aman, bahkan lebih dari cukup. Minyak goreng, beras, bawang merah, dan komoditas lain tersedia. Beberapa sudah swasembada dan bisa ekspor,” katanya.
Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga akhir Maret 2026 mencatat surplus pada hampir semua komoditas, antara lain:
-
Beras: 14,83 juta ton
-
Jagung: 4,99 juta ton
-
Kedelai: 295,1 ribu ton
-
Bawang merah: 60,1 ribu ton
-
Cabai besar: 73,38 ribu ton
-
Cabai rawit: 152,7 ribu ton
-
Daging sapi/kerbau: 176,78 ribu ton
-
Daging ayam: 586,2 ribu ton
-
Telur ayam ras: 267,25 ribu ton
-
Gula konsumsi: 768,77 ribu ton
-
Minyak goreng: 3,56 juta ton
Bawang merah bahkan sudah surplus produksi. Sepanjang 2025, Indonesia mengekspor 1.560 ton dengan total produksi 1,43 juta ton, melebihi kebutuhan nasional 1,23 juta ton.
Untuk mencegah lonjakan harga saat permintaan meningkat, pemerintah memperketat pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Pemerintah juga menggencarkan program stabilisasi seperti SPHP, Gerakan Pangan Murah, Fasilitasi Distribusi Pangan, serta bantuan beras dan minyak goreng bagi lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat.
Dengan stok melimpah dan intervensi pasar aktif, pemerintah optimistis pasokan pangan tetap aman dan harga terkendali sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.





