Channel9.id – Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah Sumatra. Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca yang belum stabil, termasuk di daerah-daerah terdampak bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan lembaganya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca.
“Kami terus berkomunikasi intensif dengan BMKG,” kata Abdul Muhari dalam paparan situasi dan progres penanganan pascabencana di gedung BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
BNPB bersama BMKG melakukan pemantauan cuaca setiap tiga jam sebagai dasar pengambilan keputusan terkait modifikasi cuaca. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana lanjutan.
“Kita operasi modifikasi cuaca hingga saat ini masih optimal tiga pesawat per provinsi, dan terus kita lakukan dalam seminggu terakhir ini sudah rotasi 24 jam,” kata Abdul.
Ia menilai optimalisasi modifikasi cuaca penting untuk menjaga kondisi cuaca agar tidak kembali ekstrem di puncak musim hujan. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan intensitas hujan agar tidak memicu bencana susulan.
“Tapi, alhamdulillah, ini tidak meluap ke permukiman dan tidak ada korban atau kerugian material yang signifikan,” jelasnya.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan, khususnya pada 10–11 Januari. Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara diprakirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“Sekiranya hujan intensitas tinggi turun sudah lebih dari dua jam, maka secara mandiri evakuasi dulu untuk sementara. Hindari titik-titik yang mungkin saja terjadi bencana banjir atau longsor susulan,” katanya.
HT





