Channel9.id-Pontianak. Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus menjadi motor penggerak perekonomian daerah untuk mendukung target pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Wiyagus dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (22/1/2026). Menurutnya, target nasional seperti pertumbuhan ekonomi 8 persen, pengendalian inflasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah daerah.
“Untuk mencapai target nasional yang telah dicanangkan Presiden ini diperlukan dukungan dari seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah,” kata Wiyagus.
Ia menekankan, BUMD memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian daerah, memberikan pelayanan publik, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pengelolaan BUMD harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.
Wiyagus mendorong BUMD memiliki keuangan yang sehat, mampu berinovasi, menangkap peluang usaha, serta fokus pada potensi unggulan daerah. Selain itu, penguatan permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi, dan perluasan kerja sama investasi dinilai menjadi kunci.
Ia juga menyoroti peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai bagian dari BUMD yang berfungsi memperkuat pembiayaan, mendukung UMKM, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Peran BPD perlu terus diperkuat melalui tata kelola yang baik, teknologi informasi, dan peningkatan kapasitas organisasi,” ujarnya.
Wiyagus pun mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dinilai telah melakukan langkah strategis dalam penguatan BUMD, termasuk melalui penambahan penyertaan modal dan diversifikasi usaha.
“Langkah ini menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan BUMD yang profesional dan akuntabel,” tandasnya.
Baca juga: Wamendagri Wiyagus: Jaga Perbatasan RI Tak Cukup dengan Keamanan





