Ekbis

Cadangan Beras 3,2 Juta Ton, Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai

Channel9.id – Karawang. Presiden Prabowo Subianto menyatakan swasembada pangan telah tercapai dalam setahun pemerintahannya. Ia mengatakan cadangan beras pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yakni mencapai 3,2 juta ton.

Prabowo mengatakan, pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Ia menilai percepatan capaian tersebut terjadi berkat kerja keras dan soliditas jajaran pemerintah.

“Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, swasembada pangan merupakan indikator kedaulatan dan kemandirian bangsa. Ia menilai ketersediaan pangan menjadi hal krusial bagi keberlangsungan hidup dan stabilitas nasional.

Prabowo menyinggung pengalaman Indonesia yang pernah menghadapi ancaman krisis pangan akibat ketergantungan impor. Situasi tersebut dirasakan saat pandemi Covid-19, ketika pasokan beras dari luar negeri sulit diperoleh.

Ia mengatakan, momentum swasembada beras saat ini relevan dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika internasional.

“Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain. Covid adalah pembuka mata, peringatan, lampu kuning bagi bangsa Indonesia agar jangan mau tergantung bangsa lain. Apalagi untuk pangan, juga untuk energi,” tegasnya.

Selain pangan, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia juga mampu mandiri di sektor energi. Ia menilai potensi sumber daya alam yang besar dapat mendukung swasembada jika dikelola dengan tepat dan berpihak pada petani serta nelayan.

“Bagaimana bisa negara yang begini besar, diberi karunia tanah yang subur tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya. Dan saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi,” ucap Prabowo.

Lebih lanjut, ia menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan dalam jangka panjang. Upaya tersebut mencakup penurunan harga pangan dan sarana produksi pertanian agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Dan ini baru awal. Kita akan buktikan swasembada ini kita jaga, kita ulangi, dan kita pertahankan setiap tahun,” tutupnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  72  =  74