Channel9.id-Jakarta. Usia 71 tahun tak menghalangi aktor senior Deddy Mizwar untuk semangat berkarya. Rutinitas syuting yang begitu sangat padat untuk dua sinetron Ramadhan tentu bukan hal yang mudah bagi dirinya. Terlebih keterlibatannya di serial ‘Para Pencari Tuhan’ bukan sekadar pemain, melainkan juga sebagai sutradara sekaligus produser. Ia juga memproduksi ‘Lorong Waktu’.
Deddy Mizwar menyadari kondisi fisiknya memang sudah menurun. Keinginan mundur sebenarnya kerap terlintas di benaknya. Ia hanya ingin menikmati masa tua dengan tenang. Namun, setidaknya ada tiga alasan mengapa Deddy Mizwar tetap semangat berkarya.
“Fisik juga sudah berkurang kekuatannya. Bukan kepala 4 atau 5 lagi, kepala 7 kemarin. Kalau mau diikuti saya pengin istirahat. Ya, cuma kan menyangkut banyak orang juga,” kata Deddy Mizwar di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut, lelaki kelahiran Jakarta, 5 Maret 1955 itu menerangkan semangat dirinya tetap berkarya di usia senja. Pertama, dorongan spiritual jadi alasan Deddy Mizwar masih memproduksi Para Pencari Tuhan hingga jilid ke-19. Pekerjaannya bukan sekadar cari materi, melainkan medium untuk menyebarkan pesan kebaikan kepada masyarakat.
“Kenapa saya masih mau, ya film juga sarana dakwah untuk saling mengingatkan kita,” ungkap peraih Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 1987 berkat peran ikonik sebagai Nagabonar dalam film ‘Nagabonar’.
Selain itu, nasib kru dan pemain yang bergantung pada rumah produksinya juga jadi beban moral tersendiri. Jiwa kepemimpinan Deddy Mizwar memaksa untuk terus memutar otak agar roda ekonomi para pekerjanya tetap berjalan lancar.
“Kedua, juga menyangkut banyak pekerja dan pemain yang terus harus bisa berkarya dan bekerja. Karena dua pertimbangan itu. Kalau enggak ada itu sih ya pengin berhenti saja, sudah capai,” papar Deddy Mizwar.
Terakhir, ketiga, kecintaan Deddy Mizwar pada dunia seni peran juga menjadi bahan bakar yang terus menyalakan semangat. Selama kepalanya dipenuhi kreativitas, Deddy Mizwar akan terus berkarya menyajikan tontonan berkualitas.
“Tapi berkarya tadi jadi kayak passion, jadi tuntutan. Itu yang membuat kita semangat selama masih ada ide-ide yang menarik untuk diangkat,” tegas Deddy Mizwar.
Kesuksesan Deddy Mizwar tentu tak lepas dari peran istri, Giselawati Wiranegara, yang setia. Perempuan yang akrab disapa Bu Haji ini menceritakan caranya merawat suami yang kini porsi makannya sudah mulai menyusut.
“Ya paling mengingatkan saja, sehat, jangan sampai telat makan. Paling begitu, karena makannya saja sudah sedikit kan enggak kayak dulu, “ ungkap Giselawati.
Giselawati menyampaikan harapan terhadap Deddy Mizwar yang semangat berkarya.
Yang penting sehat, yang dijalaninya juga dengan senang hati, enggak ada beban. Mengerjakan pekerjaan dengan enjoy,” pungkas Giselawati optimis.
Kontributor: Akhmad Sekhu





