Channel9.id – Sulut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengubah pola pikir layaknya wirausahawan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, Pemda selama ini hanya berfokus pada strategi belanja tanpa memperhatikan upaya meningkatkan pendapatan.
Hal itu disampaikan Tito saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (9/4/2026). Dalam arahannya, Tito menyoroti tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.
Ia mengatakan, sebagian besar daerah di Sulut memiliki porsi PAD yang lebih kecil dibandingkan dana transfer pusat. Terlebih lagi, ruang fiskal untuk pembangunan jadi sangat terbatas dengan tingginya belanja pegawai dalam APBD hingga lebih dari 50 persen dari total anggaran.
Oleh karena itu, Tito menyebut Pemda perlu mengubah pola pikir layaknya wirausahawan untuk mengatur pendapatan dan belanja daerah. Menurutnya, prinsip dasar pengelolaan keuangan harus memastikan pendapatan lebih besar dibandingkan belanja.
“Prinsip dasarnya adalah bagaimana pendapatan lebih tinggi daripada belanja, jangan dibalik,” ujar Tito.
Mantan Kapolri itu mengatakan, ada sejumlah langkah pengelolaan anggaran yang dapat dilakukan daerah untuk meningkatkan PAD. Pertama, efisiensi belanja, khususnya belanja operasional seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan yang tidak prioritas. Kedua, menggali sumber-sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat kecil.
Tito juga mendorong Pemda untuk menghidupkan sektor swasta melalui kemudahan investasi dan perizinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) guna mempercepat proses perizinan berusaha.
Kemudian, lanjutnya, kepala daerah juga bisa melibatkan organisasi yang bergerak di bidang usaha untuk menghidupkan sektor swasta.
“Ada Kadin (Kamar Dagang dan Industri), ada Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), ajak diskusi untuk menghidupkan swasta. Investasi itu kan enggak harus luar negeri, dalam negeri juga bisa, lokal juga bisa,” jelas Tito.
Baca juga: Buka Musrenbang Sulut, Mendagri Dorong Pemda Tangkap Program Prioritas Nasional
HT





