Nasional

DPR Punya Tanggung Jawab Besar Cerdaskan Anak Indonesia

Channel9.id, Mamuju. Tidak hanya guru dan tenaga pendidik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI juga memikul tanggung jawab besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama anak-anak dan generasi muda Indonesia.

Anggota DPR RI H. Zulfikar Suhardi menegaskan hal tersebut saat menutup kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Gedung MAN 1 Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, 7 Maret 2026.

Zulfikar menjelaskan, meskipun fraksi menugaskannya di Komisi IV, ia tetap memiliki tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan generasi bangsa.

“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan anak-anak Indonesia, khususnya di Sulawesi Barat. Karena itu, saya terlibat dalam melatih guru-guru agar mereka memahami cara mengajarkan matematika kepada siswa di sekolah,” tegas Zulfikar.

Menurut dia, siswa perlu menguasai kemampuan matematika karena pelajaran tersebut melatih kemampuan berpikir dan bernalar.

“Kemampuan matematika sangat penting karena membekali siswa kemampuan bernalar dengan baik,” ujarnya.

Zulfikar menambahkan, guru perlu mempelajari pendekatan dan strategi yang tepat agar siswa lebih mudah memahami konsep matematika. Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat menerima prinsip dan konsep matematika secara lebih sederhana.

Pendekatan inilah yang diajarkan dalam program Gernas Tastaka.

“Saya berjanji pelatihan Gernas Tastaka tidak akan berhenti di Mamuju. Bersama IGI dan Gernas Tastaka, saya berharap pelatihan ini dapat berlangsung di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat,” katanya.

Sementara itu, Master Trainer Gernas Tastaka Dhitta Puti Sarasvati mengaku kagum dengan karakter dan kemampuan guru-guru di Mamuju.

“Guru di sini sangat antusias dan termotivasi belajar matematika. Mereka tidak meremehkan pelatihan ini, meskipun sebagian peserta berasal dari guru SMA, widyaiswara, bahkan ada yang bergelar doktor. Semua tetap belajar bersama,” ujar Dhitta.

Ia menilai para peserta mampu memahami proses belajar matematika dengan baik.

Menurut Dhitta, banyak guru juga menyampaikan refleksi pembelajaran yang sangat personal setelah mengikuti pelatihan tersebut.

“Peserta tidak hanya memahami penjelasan narasumber, tetapi juga benar-benar menghayati materi pelatihan. Karena itu refleksi mereka sangat personal dan setiap peserta memiliki pengalaman belajar yang berbeda,” tambahnya.

Dhitta menilai pembelajaran matematika sangat penting bagi masa depan siswa dan bangsa Indonesia. Melalui matematika, siswa belajar berpikir kritis, bernalar, dan memecahkan masalah.

“Kompetensi matematika sangat penting bagi siswa Indonesia, antara lain pemahaman konsep matematis, kemampuan berpikir kritis, komunikasi matematis, serta koneksi matematika dengan ilmu lain dan kehidupan sehari-hari,” kata Dhitta.

Matematika juga melatih kemampuan representasi, yaitu kemampuan menyajikan konsep dan ide matematika dalam berbagai bentuk seperti tabel, diagram, dan model lainnya.

Selain itu, siswa juga perlu menguasai kemampuan penalaran matematis untuk menghadapi tantangan di era globalisasi.

“Semua kemampuan ini dapat berkembang ketika siswa belajar matematika dengan baik. Tanpa pengajaran yang baik, pelajaran matematika di kelas seolah tidak memiliki makna,” tandas Dhitta.

Ketua IGI Sulawesi Barat Sutikno mengaku puas dengan pelatihan intensif yang berlangsung selama enam hari tersebut.

“Master trainer Gernas Tastaka datang langsung ke Mamuju. Ini menunjukkan guru-guru di sini mendapat perhatian besar. Saya berharap para peserta menularkan ilmu ini kepada guru-guru lainnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  2  =