Channel9.id-Jakarta. Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan. Dimana ketika ambisi, cinta, dan togel membuka pintu neraka di Cicalengka. Lalu, bagaimana pula jadinya ketika ambisi politik, hasrat cinta, dan nafsu berburu cuan bersatu di satu kampung kecil? Jawabannya: teror yang tak kasat mata, dan tawa yang tak bisa ditahan! Demikian yang mengemuka dari film horor komedi terbaru berjudul ‘Setannya Cuan’
Film ini dibalut kisah mistis, satir, komikal dan dramatik dari sebuah kampung kecil bernama: Cicalengka!
“Film ini memang komedi horor, tapi lapisan terdalamnya adalah satir tentang manusia yang ingin segalanya instan. Kami ingin penonton tertawa, terkejut, tapi juga pulang dengan perenungan. Apalagi dirilis di bulan puasa, momennya sangat relevan dengan tema pengendalian diri.” ujar Sahrul Gibran yang bersama Jay Sukmo menjadi sutradara film ini, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2/2026).
Film ini dibintangi para bintang yang menghadirkan komedi penuh warna, mulai dari komikal, misterius, hingga emosional. Di antara mereka ada Fico Fachriza, Joe P-Project, Anyun Cadel, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Aming, Ben Kasyafani, Candil, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, Budi Dalton, Haji Malih Tong Tong.
Dihiasi lagu tema (OST) yang sengaja dicipta untuk film ini, dinyanyikan Kojek Rapper Betawi bersama Jelita Jelly, menjadikan film Setannya Cuan sebuah orkestrasi peran dan karakter yang kuat dalam menghidupkan sosok dan tokoh-tokoh unik.
Kisahnya tentang perebutan kursi lurah di Cicalengka dimenangkan Adang. Asep kalah. Namun kemenangan itu ternyata bukan akhir, melainkan awal kegaduhan dan katastropik kampung yang dulunya tenang tentram. Adang bangkrut. Asep justru mendadak kaya raya. Rahasia kekayaan Asep terkuak: angka togel sakti dari dukun Rojan. Namun persekutuan gelap tiga sahabat lama — Adang, Asep, dan Rojan — menjadi bara dendam yang mematikan. Ketika keserakahan menguasai akal, satu nyawa melayang. Kematian Asep mengguncang kampung. Dan ketika batu nisan dicuri, pocong dibangkitkan, kematian menjadi harga yang harus dibayar.
Sejak itu, kampung Cicalengka tak lagi sama. Pocong gentayangan, tuyul berkeliaran, babi ngepet mengintai, hingga “setan togel” yang menggoda warga dengan angka-angka keberuntungan. Adang memang berkali-kali menang togel. Tapi setiap kemenangan punya harga. Dan harga itu adalah teror yang makin nyata. Di tengah kekacauan, hadir Mince — janda muda yang jadi rebutan pemuda kampung. Kehadirannya makin memperkeruh suasana, membakar cemburu, memantik ambisi, dan tanpa sadar memperluas kutukan.
Dukun Rojan menjadi biang keladi kekacauan. Ia bukan hanya dalang kekayaan instan, tapi juga pelaku pembunuh Nila — kembang desa yang menolak cintanya. Kini tinggal satu orang yang berani melawan: Ujang. Dengan dendam membara dan keberanian tersisa, Ujang menjadi satu-satunya harapan menghentikan teror setan-setan pembawa cuan. Mampukah ia mengakhiri kutukan? Atau justru Cicalengka akan tenggelam dalam keserakahan yang mereka ciptakan sendiri!
“Kami melihat Setannya Cuan sebagai hiburan yang segar di tengah Ramadan. Justru karena bulan puasa identik dengan refleksi diri, film ini terasa kontekstual. Ia mengingatkan bahwa godaan terbesar bukan selalu dari luar, tapi dari dalam diri kita.” jelas dr Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita film ini.
‘Setannya Cuan’ menghadirkan perpaduan unik antara horor lokal yang kental dengan nuansa komedi satir dan metafora tentang budaya instan ingin kaya.
Film ini tak hanya menghadirkan misteri, kejutan dan tawa, tapi juga menyentil realita: tentang ambisi, pengkhianatan, dan harga dari sebuah keserakahan. Karena pada akhirnya, yang paling menyeramkan bukanlah pocong, tuyul atau babi ngepet, melainkan manusia-manusia yang tak pernah merasa cukup.
“Sejak awal kami ingin menghadirkan komedi horor yang bukan hanya lucu dan seram, tapi punya napas dramatik yang kuat. film ini menyajikan tontonan yang menghibur namun tetap bermakna,” ujar Avesina Soebli yang bersama Aris Muda menjadi produser film ini.
Film ‘Setannya Cuan’ siap tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 Maret 2026.
Kontributor: Akhmad Sekhu





