Channel9.id – Jakarta. Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda meminta publik tidak terburu-buru melontarkan kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menilai inisiatif tersebut masih berada pada tahap awal pembentukan sehingga peran dan kontribusinya belum dapat dilihat secara utuh.
Hasan menilai sebagian kritik muncul karena penilaian dilakukan berdasarkan informasi yang belum lengkap. Menurutnya, keterbatasan informasi membuat persepsi publik mudah terbentuk secara prematur.
“Proses Board of Peace ini kan masih awal, jadi juga kita mesti lebih terbuka untuk jangan tergesa-gesa menilai. Apalagi kalau kita hanya mendasarkan pada informasi yang tidak cukup utuh,” ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Oleh karena itu, Hasan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penjelasan komprehensif terkait keterlibatan Indonesia di Board of Peace. Penjelasan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan para pakar dan ahli politik luar negeri di Istana Negara.
Dalam pertemuan itu, Hasan mengatakan Prabowo memaparkan proses keterlibatan Indonesia serta kontribusi yang akan diberikan dalam Board of Peace. Paparan tersebut dinilai membantu memperjelas posisi dan peran Indonesia di badan tersebut.
“Pertemuan ini memberikan kepada kita semua penjelasan yang lebih utuh tentang apa yang disebut dengan Board of Peace, apa kontribusi kita,” tambahnya.
Hasan juga menyebut para akademisi dan pakar politik luar negeri menantikan pertemuan tersebut karena selama ini tidak selalu memperoleh informasi yang lengkap dan akurat. Akibatnya, pemahaman publik kerap terbentuk dari pemberitaan media massa dan media sosial.
Meski demikian, Hasan memahami kondisi tersebut karena sebagian kebijakan diplomasi bersifat konfidensial. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.
“Karena itu, ini satu kesempatan berharga bahwa sore ini, kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui,” pungkas Hasan.
Baca juga: Prabowo Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara dan Komitmen Indonesia untuk Palestina
HT





