Channel9.id – Jakarta. Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai menerapkan langkah efisiensi energi dengan menghemat penggunaan BBM dan pembatasan penggunaan listrik di tengah krisis imbas konflik di Timur Tengah. Lampu hingga pendingin ruangan atau AC di ruang kerja maupun ruang rapat akan dimatikan pada pukul 18.00 WIB.
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan pemadaman listrik ini dilakukan apabila sudah tidak ada agenda rapat. Nantinya, kata dia, akan ada kelompok kerja yang mengelola gedung-gedung di DPR untuk mengontrol penggunaan listrik itu.
“Pokja (kelompok kerja) bagian gedung akan kontrol untuk penggunaan listrik juga AC,” kata Indra kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga memangkas jatah BBM untuk kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh pejabat Setjen DPR, mulai dari eselon 3 hingga eselon 1.
“Kami fokus pada ASN (aparatur sipil negara). Jadi, saat ini sementara setiap minggu dikurangi jatah BBM-nya 1 hari,” tuturnya.
Ia mengatakan penghematan itu akan efektif diberlakukan pada Senin (30/3/2026), ketika semua pejabat Setjen DPR RI sudah lengkap. Namun sebelumnya pihak Biro Umum Setjen DPR RI juga sudah mengkalkulasi kebijakan penghematan itu.
Sementara terkait wacana work from home (WFH), menurutnya, DPR RI menunggu surat edaran yang akan disampaikan oleh pemerintah.
“Edaran itu kan belum disampaikan ke seluruh instansi pemerintah yang ada gitu, ya. Nah, jadi desain kita di DPR, tentu dari sisi ASN kita akan mengikuti apa yang edaran yang disampaikan pemerintah, kita akan ikuti,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus menyiapkan strategi untuk menjaga kesehatan fiskal negara, termasuk menutup potensi defisit anggaran melalui pengetatan belanja dan penyisiran program yang dinilai kurang prioritas.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga defisit tetap terkendali sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efisien dan tepat sasaran.
HT





