Hot Topic

Jusuf Hamka Dukung Keputusan Prabowo Gabung Board of Peace: Beliau Ahli Strategi

Channel9.id – Jakarta. Tokoh muslim Jusuf Hamka atau Baba Alun menyatakan dukungannya terhadap keanggotaan Indonesia di Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai bentuk dukungan konkret bagi kemerdekaan Palestina. Ia menilai langkah tersebut menegaskan posisi Indonesia yang menempatkan perdamaian sebagai prioritas utama dalam politik luar negeri.

Hamka juga menilai keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian merupakan hasil dari kecerdasan diplomasi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo memiliki kemampuan strategi yang kuat dalam membaca dinamika internasional.

“Beliau ini ahli strategi. Bekas Danjen Kopassus (Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus), bekas Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat),” kata Hamka usai agenda pertemuan Prabowo dengan para tokoh ormas Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia mengatakan Presiden Prabowo telah menjelaskan secara terbuka kepada para tokoh Islam mengenai alasan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian. Dari penjelasan itu, kata Hamka, para tokoh Islam memahami keputusan yang diambil pemerintah.

Hamka menyebut salah satu dampak konkret dari keputusan tersebut adalah masuknya bantuan pangan ke Palestina yang diangkut oleh sekitar 4.500 truk. Ia menilai upaya mewujudkan perdamaian membutuhkan strategi yang tidak bersifat hitam-putih.

“Kan damai itu nggak bisa yang satu diinjak, yang satu diangkat. Dua-duanya harus dihormati. Nah, dalam hal ini ya, menurut saya, kita harus husnuzan (berprasangka baik), jangan suuzan sama pemerintah,” kata Hamka.

“Biarkan pemerintah menjalankan strateginya, karena di situ (Dewan Perdamaian) juga banyak, ada beberapa negara Islam kan,” lanjutnya.

Menurutnya, keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian membuat posisi Indonesia sejajar dengan negara lain di tingkat internasional. Status tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam mengawasi proses perdamaian.

“Ya, ibarat kalau saya nggak kenal atau saya jauh, mau ngomong apa-apa nggak enak. Kalau kalian di sebelah saya, kiri kanan, kalau ada perbuatan nggak enak, kan saya tinggal sikut saja,” ujarnya.

Terkait iuran keanggotaan, Hamka mengatakan Prabowo menjelaskan bahwa dana yang dikeluarkan digunakan untuk kepentingan Palestina, termasuk pembangunan. Ia menilai hal itu menunjukkan Indonesia tidak hanya menyuarakan dukungan, tetapi juga mengambil langkah nyata.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah petinggi organisasi masyarakat (ormas) Islam serta pemimpin pondok pesantren di Istana, Jakarta, Selasa (3/2/2026) siang. Pertemuan berlangsung tertutup selama sekitar empat jam, sejak para tokoh ormas Islam berdatangan pada pukul 13.00 WIB.

Beberapa tokoh yang datang adalah Ketum MUI Anwar Iskandar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Waketum MUI Cholil Nafis, serta tokoh-tokoh Muslim lainnya.

Banyak hal dibahas dalam pertemuan ini, termasuk soal partisipasi Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkap, dalam pertemuan itu Presiden Prabowo memberikan penjelasan mengenai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina. Meski begitu, PBNU tetap mengingatkan agar Indonesia tak terbawa arus yang merugikan Palestina.

“Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina,” kata Yahya usai pertemuan.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

87  +    =  92