Channel9.id – Jakarta. Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Danang Wicaksana Sulistya menyatakan dukungan terhadap gagasan gentengisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari pembangunan nasional. Ia menilai program tersebut memiliki tujuan strategis karena tidak hanya menyasar perbaikan fisik rumah, tetapi juga kualitas lingkungan permukiman dan ekonomi masyarakat.
Danang menilai gentengisasi berpotensi memperindah wajah permukiman, meningkatkan kenyamanan hunian, serta menggerakkan roda ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa. Menurutnya, program ini dapat memberi dampak langsung bagi pengrajin genteng dan pelaku usaha bahan bangunan di daerah.
“Tujuan utamanya bukan hanya mengganti atap rumah, tetapi menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak, nyaman, dan indah,” kata Danang di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
“Pada saat yang sama, program ini juga berpotensi menghidupkan ekonomi rakyat, khususnya para pengrajin genteng dan pelaku usaha bahan bangunan di daerah,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti kondisi perumahan di berbagai wilayah Indonesia yang masih didominasi penggunaan atap seng. Menurut Danang, atap seng kerap menimbulkan persoalan kenyamanan, daya tahan, dan kerapian visual lingkungan.
“Jika kita ingin mencerminkan kemajuan bangsa, maka kualitas hunian rakyat juga harus ditingkatkan,” terangnya.
“Atap seng sering kali menimbulkan ketidaknyamanan dan secara visual kurang mendukung tata lingkungan yang baik,” sambungnya.
Danang berharap gagasan gentengisasi dapat dikaji secara matang sebelum diimplementasikan secara luas.
Ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik dari sisi kenyamanan hunian maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengutarakan program baru yang ia sebut “gentengisasi”. Prabowo menyampaikan program itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” paparnya dikutip Antara (2/2/2026).
Program Gentengisasi adalah rencana gerakan nasional untuk mengganti atap rumah berbahan seng menjadi genteng, terutama genteng dari tanah liat.
Menurut Prabowo, tujuan utamanya bukan sekadar mengganti material atap, namun untuk memperindah wajah Indonesia, meningkatkan kenyamanan hunian, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dari tingkat desa.
Presiden menilai atap seng masih mendominasi rumah-rumah di Indonesia dan sering menimbulkan masalah, seperti panas berlebih, mudah berkarat, dan tampilan lingkungan yang kurang rapi, sehingga dianggap tidak mencerminkan kemajuan bangsa.
Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa proyek gentengisasi akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.
Koperasi-koperasi ini rencananya akan dilengkapi pabrik genteng skala lokal dengan peralatan yang relatif terjangkau. Bahan baku genteng berasal dari tanah liat yang mudah didapat di daerah, bahkan dapat dicampur dengan bahan lain, termasuk limbah industri seperti abu batu bara agar lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan.
Dengan cara ini, program gentengisasi tidak hanya memperbaiki rumah, namun juga menjadi solusi pemanfaatan limbah.
“Jadi nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat,” jelasnya.
HT





