Mendagri dan Mensos Tinjau Huntara Pidie Jaya
Nasional

Kasatgas Tito Tinjau Huntara Pidie Jaya Bersama Mensos dan Wagub Aceh

Channel9.id-Pidie Jaya. Mendagri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah.

Dalam peninjauan itu, rombongan mengecek sejumlah fasilitas yang tersedia di huntara serta berdialog langsung dengan para pengungsi. Tito menjelaskan, huntara di Pidie Jaya dibangun melalui beberapa skema oleh berbagai pihak, yakni BPI Danantara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta inisiatif gotong royong organisasi kemasyarakatan dan relawan.

Menurut Tito, masing-masing huntara memiliki karakteristik fasilitas yang berbeda. Huntara yang dibangun BNPB misalnya tidak dilengkapi ranjang, tetapi memiliki dapur dan toilet sendiri. Sementara huntara yang dibangun Danantara dan Kementerian PU dilengkapi ranjang dan kipas angin sehingga lebih nyaman, meski fasilitas dapur dan kamar mandi digunakan secara komunal.

“Misalnya di BNPB di sana dia tidak ada ranjang tapi kelebihan dia dapurnya, ada toiletnya sendiri. Kemudian di Danantara hampir sama seperti PU, tempat tidurnya ada ranjangnya, ada kipasnya lebih dingin, lebih nyaman, tapi dapurnya dan toilet, kamar mandi bersama-sama, komunal,” ujar Tito.

Meski terdapat perbedaan fasilitas, pemerintah memastikan para pengungsi tetap memperoleh tempat tinggal sementara yang layak. Tito menegaskan, pemerintah terus mempercepat pemindahan pengungsi yang masih berada di tenda ke huntara maupun ke hunian yang lebih layak melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.

Ia menyebutkan, dari tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera, saat ini baru Provinsi Sumatera Barat yang sudah tidak memiliki pengungsi di tenda.

“Nah ini target kami dengan BNPB kemarin semua akan di huntara dan untuk masalah makanannya nanti, 10 hari ke depan ditanggung oleh BNPB. Setelah itu akan menggunakan uang lauk pauk, jadup istilahnya dari Kementerian Sosial,” jelasnya.

Baca juga: Tampung Pengungsi yang Masih di Tenda, Kasatgas Tito Dorong Optimalisasi Huntara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  61  =  67