Channel9.id-Pidie Jaya. Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Tito Karnavian menilai tumpukan kayu yang berserakan akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya dinilai dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tito pun mengharapkan kebijaksanaan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait pengelolaan material tersebut.
“Kita lihat tumpukan kayu yang tadi jauh lebih banyak. Sekarang masih ada. Persoalannya, ini mau diapakan kayu-kayu ini. Ada kayu-kayu gelondongan, yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk perumahan, ataupun untuk jembatan, atau yang lain-lain lah, untuk masyarakat jadikan papan,” kata Tito saat meninjau lokasi di Kecamatan Meurah Dua, Sabtu (21/2/2026).
Selain kayu gelondongan, Tito menyoroti serpihan kayu berukuran kecil yang dinilai sulit dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Ia menilai perlu alternatif penanganan material tersebut. Berdasarkan pengalaman di Sumatera Utara, serpihan kayu pernah dimanfaatkan dengan cara dijual ke industri batu bata sebagai kayu bakar.
“Ada yang berminat, yaitu industri batu bata di sana. Itu untuk kayu bakar. Dan uangnya nanti dipakai, dijual, untuk masukkan PAD,” ujarnya.
Tito juga menjelaskan, sejumlah pohon yang tercabut hingga ke akar belum tentu disebabkan praktik illegal logging. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat derasnya debit air yang menggerus struktur tanah.
“Kalau di Gayo Lues, rata-rata pasir. Jadi mudah sekali terbawa sampai longsor, dan kemudian kayu-kayunya tercabut semua,” imbuhnya.
Karena itu, Tito memohon arahan Menteri Kehutanan agar persoalan kayu pascabencana dapat diselesaikan secara komprehensif. Ia menegaskan, pendataan kayu satu per satu di lapangan memiliki keterbatasan, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih efektif dan efisien.
“Mungkin Menteri Kehutanan, Pak Raja Antoni, perlu turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Karena ini bukan hanya di titik ini,” terangnya.
Baca juga: Tinjau Sawah Tertutup Lumpur di Pidie Jaya, Kasatgas Tito Tekankan Dukungan Kementan





