Channel9.id-Jakarta. Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Biochar Internasional Indonesia (ABII) untuk mengolah limbah kayu eks bencana banjir di Sumatera, khususnya Aceh, menjadi biochar. Langkah ini didorong sebagai solusi pemulihan hijau pascabencana yang berkelanjutan.
MoU ditandatangani Wakil Ketua Umum DNIKS Rudi Andries dan Executive Director ABII Phil Rickard di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Kerja sama tersebut mengombinasikan biochar dan Juncao Grass untuk rehabilitasi lingkungan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
“Pengolahan limbah kayu pascabencana menjadi biochar bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga keadilan sosial dan pemulihan martabat masyarakat,” kata Rudi dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, biochar akan dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah serta menekan degradasi lahan. Sementara itu, Juncao Grass digunakan sebagai tanaman perintis karena cepat tumbuh, adaptif di lahan rusak, dan memiliki manfaat bagi pangan, pakan ternak, hingga energi.
DNIKS dan ABII juga sepakat mengusulkan penerapan skema Biochar–Juncao Grass Complex kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Program Pemulihan Hijau Pascabencana Banjir di Sumatera. Pendekatan ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja korban bencana dan menggantikan pola bantuan habis pakai menjadi aset produktif milik masyarakat.
“Negara hadir bukan hanya memberi bantuan, tetapi membangun fondasi ekonomi yang bertahan lama,” ujar Rudi.
Baca juga: DNIKS Dorong Pemanfaatan Ranting Sisa Banjir Jadi Biochar





