Nasional

Mayoritas Jembatan di Wilayah Terisolasi Pascabencana Sumatera Rampung

Channel9.id, Jakarta. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera membangun jembatan untuk memulihkan konektivitas penyintas yang terputus akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Satgas PRR menjalankan pemulihan secara paralel dengan membangun tiga jenis jembatan, yakni bailey, armco, dan perintis, di sejumlah titik terisolasi. Personel TNI AD dan Polri yang tergabung dalam Satgas PRR mengerjakan proyek ini secara gotong royong.

Jembatan bailey menggunakan rangka baja ringan yang portabel dan prefabrikasi sehingga pekerja dapat merakitnya tanpa alat berat dalam waktu singkat. Jembatan armco memanfaatkan lembaran baja galvanis bergelombang untuk meningkatkan kekuatan struktur. Sementara itu, jembatan perintis mengandalkan konstruksi sederhana dengan material bervariasi dan terkadang berbentuk jembatan gantung.

Progres Pembangunan di Tiga Wilayah

Berdasarkan data Satgas PRR per 31 Maret, sebagian besar proyek jembatan di titik terisolasi telah mencapai tahap akhir.

Di Aceh, Satgas menargetkan 41 jembatan bailey dan telah menyelesaikan 39 unit, sementara dua unit masih dalam tahap pemasangan. Satgas juga menargetkan 82 jembatan armco dan telah merampungkan 44 unit. Dari 15 jembatan perintis, Satgas telah menyelesaikan 14 unit.

Di Sumut, Satgas menargetkan 24 jembatan bailey dan telah merampungkan 12 unit, sementara sisanya masih dalam pemasangan. Dari 33 jembatan armco, Satgas telah menyelesaikan 18 unit. Untuk jembatan perintis, Satgas menargetkan 13 unit dan telah menyelesaikan 12 unit.

Di Sumbar, Satgas telah merampungkan seluruh 11 jembatan bailey sesuai rencana. Dari 30 jembatan armco, Satgas telah menyelesaikan 13 unit. Sementara itu, Satgas menargetkan 9 jembatan perintis dan telah merampungkan 5 unit.

Percepatan Infrastruktur Permanen

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas tidak berhenti pada infrastruktur fungsional di tingkat daerah. Satgas akan mempercepat pembangunan jembatan dan jalan permanen agar jaringan transportasi, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi kembali normal sepenuhnya.

“Jembatan daerah, terutama di tingkat kabupaten/kota, ada yang sudah 100 persen tetapi masih bersifat temporer sehingga harus dipermanenkan. Ada juga yang belum fungsional dan perlu difungsikan. Namun, yang terpenting, kondisi ini tidak menghambat sistem logistik,” ujar Tito dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  79  =  82