Channel9.id – Jakarta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu pemenuhan gizi siswa di SD 152 Palembang yang berada di wilayah seberang Sungai Musi. Sekolah tersebut mayoritas dihuni anak-anak dari keluarga petani dan nelayan yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah.
Kepala SD 152 Palembang Hadhori mengatakan program MBG telah berjalan sekitar enam bulan dan memberikan dampak positif bagi siswa maupun tenaga pendidik. Ia menyebut program ini juga membantu meringankan beban orang tua yang sebelumnya harus menyiapkan bekal setiap hari.
“Penerima manfaat dari MBG ini ada 69 siswa, serta guru dan tenaga kependidikan ada 12 orang. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, kepada Bapak Presiden. Dengan kehadiran MBG sangat membantu bagi anak-anak, terutama siswa dan guru,” ujar Hadhori saat ditemui di sekolahnya.
Menurut Hadhori, kondisi ekonomi masyarakat sekitar sekolah sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, keberadaan MBG dinilai membantu keluarga siswa dalam memenuhi kebutuhan makanan anak di sekolah.
“Karena orang tua tidak perlu lagi menyiapkan bekal untuk anak-anak mereka,” jelasnya.
Ia juga menilai kehadiran program MBG berdampak pada semangat belajar siswa di sekolah. Anak-anak disebut lebih antusias mengikuti kegiatan belajar sejak program tersebut berjalan.
“Setelah ada MBG ini, jarang ada yang tidak sekolah,” ujarnya.
Pihak sekolah juga menilai menu MBG yang disediakan telah cukup layak untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Menu makanan, termasuk menu kering yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandus, dinilai sesuai kebutuhan anak-anak.
“Kalau menurut kami selaku guru sudah cukup layak untuk memenuhi gizi anak-anak tersebut. Memang kadang ada anak yang tidak suka menu tertentu, misalnya jagung rebus, tapi itu lebih karena selera anak-anak saja,” jelasnya.
Distribusi MBG ke SD 152 Palembang memiliki tantangan karena lokasi sekolah tidak dapat diakses langsung melalui jalur darat. Makanan dari SPPG Gandus harus diangkut menggunakan mobil menuju dermaga sekitar 20 menit sebelum diseberangkan menggunakan perahu selama sekitar 30 menit melintasi Sungai Musi.
“Harapan kami mewakili guru-guru dan anak-anak supaya kegiatan MBG ini terus berlanjut. Dan kepada Bapak Presiden, kami harapkan jangan gentar dengan kritikan-kritikan dari berbagai pihak, karena kami merasakan sekali dengan kehadiran MBG ini sangat membantu bagi anak-anak ke depannya,” tutupnya.
HT





