Channel9.id-Jakarta. Film Indonesia bergenre horor tampaknya masih mendominasi peredaran film di bioskop tahun 2026. Kali ini, kisah dari semesta (universe) Danur akan segera berakhir, setelah nyaris satu dekade sejak film pertama dirilis pada 2017 lalu, film horor Indonesia itu bersiap menutup kisahnya pada tahun ini.
MD Pictures mengumumkan, film Danur: The Last Chapter bakal tayang pada Lebaran 2026, siap jadi hiburan masyarakat di momen libur Lebaran.
Sejauh ini Danur telah hadir dalam empat film yakni, Danur: I Can See Ghost (2017), Danur 2: Maddah (2018), Danur 3: Sunyaruri (2019), dan terakhir ialah Danur: The Last Chapter.
Pada film terakhir, Sutradara Awi Suryadi bakal kembali duduk sebagai sutradara dengan aktris berbakat Prilly Latuconsina kembali memerankan karakter Risa Saraswati.
”MD selalu ingin konsisten menghadirkan film berkualitas di momen Lebaran, di 2022 kami punya KKN di Desa Penari dengan 10 juta penonton, kemudian 2023 ada Sewu Dino, selanjutnya 2024 ada Baradawuhi, tahun lalu (2025) kami hadirkan Pabrik Gula,” kata Produser dan CEO MD Pictures, Manoj Punjabi, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Lebih lanjut, Manoj menerangkan film produksinya tayang pada Lebaran 2026. “Tahun ini, kami ingin menghadirkan yang terbaik dan kami merasa film yang punya potensi sangat besar itu adalah ‘Danur: The Last Chapter. That’s why’, saya mau ini untuk Lebaran 2026, “ terangnya.
Berjarak tujuh tahun dari film sebelumnya Danur 3: Sunyaruri, tahun ini kisah horor yang diadaptasi dari pengalaman nyata penulis Risa Saraswati itu bakal dikemas berbeda, Danur: The Last Chapter tidak hanya hadir di layar bioskop standar, melainkan juga akan hadir di layar IMAX dengan dimensi super besar.
Sutradara Awi Suryadi menyampaikan, di film penutup semesta Danur dia melakukan semuanya dengan sangat maksimal, termasuk dalam proses penggarapan, dia menggunakan lensa khusus yang langka di Indonesia demi bisa memanjakan penonton di layar IMAX. Proses syutingnya pun berjalan cukup panjang, mencapai sekitar 9 bulan.
”Karena saya tahu IMAX layarnya lebih lebar dari biasanya, saya berusaha untuk gak pelit-pelit mengisi set dan itu tantangan sekali. Kalau ngomongin teknis sebenarnya lensa lebar (untuk IMAX) itu ngebuat pekerjaan juga untuk tim Art, karena dia harus mengisi set, mengisi properti lebih banyak. Juga buat lighting harus menyembunyikan lampu, pekerjaan tambahan juga buat tim sling harus menyembunyikan sling. Tapi dari awal saya mengajak crew untuk ayo kerjakan bareng-bareng,” ungkap Awi.
Dengan segala upaya yang dilakukan Awi bersama seluruh tim dengan maksimal, Sutradara berusia 48 tahun itu menjamin penonton akan merasakan sensasi yang berbeda dari film Danur sebelumnya ketika menyaksikan film Danur: The Last Chapter di layar IMAX.
“Nanti bisa kelihatan kalau nonton di IMAX kalian bisa lihat set tuh kayak kelihatan semua. Bakal muncul pertanyaan, ‘Lah ini naruh kameranya di mana? Ini naruh lampunya di mana?’. Karena ya kami pengen tunjukin semaksimal mungkin untuk film ini,” tukas Awi.
Danur Universe merupakan semesta film horor Indonesia yang diadaptasi dari karya-karya Risa Saraswati, khususnya dari buku Danur: I Can See Ghosts yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya sejak kecil yang memiliki kemampuan melihat makhluk halus. Semesta ini berpusat pada kisah Risa dan interaksinya dengan para sahabat gaib seperti Peter, William, Janshen, Hendrick, dan Hans, yang menjadi ciri khas cerita Danur.
Seiring perkembangannya, Danur Universe meluas melalui berbagai film turunan seperti Danur : I Can See Ghosts, Danur 2: Maddah, Danur 3: Sunyaruri, hingga spin-off Asih dan Ivanna, yang masih saling terhubung dalam satu garis cerita. Seluruh kisah dalam Danur Universe menonjolkan perpaduan horor, drama emosional, serta unsur spiritual yang kuat, menjadikannya salah satu waralaba horor paling sukses di Indonesia dan lekat dengan sosok Risa Saraswati sebagai sumber cerita utama.
Kontributor: Akhmad Sekhu





