Mendagri apreasiasi
Nasional

Mendagri Apresiasi Daerah yang Berhasil Kendalikan Inflasi Pascabencana

Channel9.id, Jakarta. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi sejumlah daerah yang berhasil mengendalikan inflasi meski sempat menghadapi tekanan akibat bencana dan gangguan distribusi. Upaya pemerintah daerah dinilai berperan penting menjaga stabilitas harga dan pasokan barang di tengah dinamika ekonomi nasional.

Tito menyampaikan apresiasi tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipantau melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (9/3/2026).

Ia mencontohkan Sumatera Utara yang mampu memulihkan kondisi inflasi dengan cepat setelah sempat terdampak bencana di sejumlah wilayah.

“Saya mengapresiasi gubernur, bupati, wali kota, dan seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Utara. Mereka berhasil melakukan pemulihan dengan baik,” ujar Tito.

Menurutnya, beberapa daerah di Sumatera sempat mengalami tekanan inflasi akibat bencana pada akhir 2025. Saat itu, beberapa wilayah bahkan masuk dalam daftar daerah dengan inflasi tertinggi secara nasional.

Namun pada Februari 2026, kondisi mulai membaik di sebagian wilayah.

Aceh Tengah Sempat Catat Inflasi Tertinggi

Tito menjelaskan Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi pada Februari 2026 di antara seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Kenaikan tersebut terjadi setelah wilayah tersebut terdampak bencana bersama sejumlah daerah lain di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Selain Aceh Tengah, beberapa daerah lain juga sempat mengalami lonjakan inflasi, seperti Banda Aceh dan Gunungsitoli.

Menurut Tito, inflasi di Banda Aceh tidak sepenuhnya dipicu oleh bencana. Kota tersebut justru menjadi pusat belanja bagi daerah sekitarnya yang terdampak bencana.

“Banyak daerah di sekitar Banda Aceh yang berbelanja ke kota ini. Akibatnya permintaan meningkat dan harga ikut terdorong,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Lhokseumawe. Wilayah tersebut sempat terdampak gangguan distribusi selama sekitar satu minggu. Namun kondisi kini telah kembali normal.

Tren Inflasi Mulai Membaik

Tito menyebut perkembangan terbaru pada Maret 2026 menunjukkan tren yang lebih positif. Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga, beberapa daerah yang sebelumnya mengalami tekanan inflasi kini justru mencatat deflasi.

Provinsi Aceh misalnya mencatat deflasi sekitar -5,4 persen, yang menunjukkan penurunan harga barang dan jasa.

“Ini menunjukkan perbaikan kondisi. Mudah-mudahan tren ini terus berlanjut,” kata Tito.

Perbaikan serupa juga terlihat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sumatera Utara bahkan mencatat deflasi sekitar -1,44 persen.

Sementara itu, Kepulauan Riau juga mampu menjaga inflasi tetap terkendali di angka 3,54 persen, masih berada dalam rentang target nasional.

Beberapa provinsi lain yang inflasinya juga berada dalam kisaran target pemerintah antara lain NTT, Lampung, Papua Pegunungan, dan Bangka Belitung.

Di sisi lain, Tito mencatat inflasi di DKI Jakarta justru meningkat. Ia menilai kondisi tersebut dipicu oleh tingginya permintaan barang dan jasa di ibu kota.

Harga Telur dan Ayam Perlu Diwaspadai

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai kenaikan harga beberapa komoditas pangan.

Komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan adalah telur ayam ras. Saat ini sekitar 210 kabupaten/kota mencatat kenaikan harga telur, meningkat dari 131 daerah pada minggu sebelumnya.

Selain telur, daging ayam ras juga mengalami kenaikan harga di 176 kabupaten/kota, sementara cabai menjadi komoditas lain yang turut memberi tekanan inflasi.

“Cabai sebenarnya tidak terlalu sulit diatasi. Daerah bisa melakukan gerakan tanam cabai untuk menjaga pasokan,” ujar Tito.

Di sisi lain, Tito menyebut beras tidak masuk dalam lima besar komoditas penyumbang inflasi. Kondisi tersebut menunjukkan produksi beras nasional masih cukup stabil.

Meski demikian, pemerintah tetap perlu mewaspadai harga daging sapi, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri ketika permintaan biasanya meningkat.

“Permintaan daging sapi biasanya naik menjelang hari raya. Karena itu kita perlu menjaga pasokan sejak sekarang,” kata Tito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46  +    =  49