Channel9.id-Tangerang. Mendagri Tito Karnavian melepas keberangkatan ratusan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Pelepasan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (3/1/2026).
Sebanyak 1.132 personel diberangkatkan dalam tiga kloter pada hari berbeda. Jumlah tersebut terdiri dari 863 praja IPDN dan sisanya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri. Mereka akan bertugas selama satu bulan, mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026.
Tito mengatakan, berdasarkan peninjauan langsung, kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Kantor bupati dan sejumlah kantor perangkat daerah masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas pemerintahan belum berjalan optimal.
Menurut Tito, pemulihan pemerintahan menjadi indikator utama kebangkitan daerah pascabencana. Pemerintahan yang kembali berfungsi akan memperkuat koordinasi, pengambilan keputusan, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan,” ujarnya.
Karena itu, Tito menegaskan fokus awal penugasan praja IPDN adalah membersihkan dan mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan. Setelah itu, praja akan diarahkan membantu pemulihan fasilitas lain, termasuk pelayanan pemerintahan desa dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita fokus kepada kantor-kantor dulu untuk menghidupkan pemerintahan,” katanya.
Tito juga mengingatkan para praja agar menjaga kesehatan dan tidak merepotkan pemerintah daerah setempat. Ia menegaskan kehadiran IPDN bertujuan membantu, bukan menambah beban daerah.
Selain Aceh Tamiang, Tito membuka peluang pengerahan praja IPDN ke wilayah lain di Aceh jika penanganan di Aceh Tamiang dapat diselesaikan lebih cepat.
Baca juga: Pulihkan Desa Pascabencana, Kemendagri Kirim 1.054 Praja IPDN ke Aceh





