Hot Topic

Mendagri: Program Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Harus Jadi Perhatian Pemda

Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap isu kesehatan jiwa anak dan remaja. Ia menilai dukungan kepala daerah, termasuk melalui pengalokasian anggaran dalam APBD, penting agar program penanganan dapat berjalan.

Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri tentang sinkronisasi koordinasi dan pengendalian pencegahan serta penanganan masalah kesehatan jiwa anak dan remaja di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Forum tersebut juga dihadiri sejumlah menteri untuk membahas penguatan koordinasi lintas kementerian dalam menangani persoalan kesehatan jiwa pada kelompok usia muda.

“Jadi, kalau ingin kita membuat itu diprogramkan, maka harus dialokasikan uangnya pada saat perencanaan APBD,” ujar Tito.

Tito mengakui kemampuan fiskal setiap daerah berbeda sehingga pemerintah pusat dinilai perlu memberikan intervensi bagi daerah yang memiliki kapasitas anggaran terbatas. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada kepala daerah agar dukungan terhadap program kesehatan jiwa anak dan remaja dapat dilakukan secara optimal.

“Nanti kita akan mengundang, supaya mereka (kepala daerah) wajib hadir,” jelasnya.

Kemendagri menyatakan akan mengawal agar program tersebut masuk dalam kebijakan daerah dan dokumen APBD melalui penerbitan surat edaran terkait peran pemerintah daerah. Penyusunan kebijakan itu akan dikoordinasikan bersama sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kemenko PMK.

“Katakanlah Kementerian PPPA mungkin, atau Kementerian Kesehatan, atau Menko, Menko PMK. Apa yang harus mereka lakukan? Karena semua harus rigid programnya apa yang harus mereka lakukan,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pemberian penghargaan dan insentif bagi daerah yang mampu menjalankan program kesehatan jiwa anak dan remaja secara optimal. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk lebih serius menangani isu kesehatan jiwa di wilayah masing-masing.

Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Hadir pula Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri PPPA Arifah Fauzi, serta Irwasum Polri Wahyu Widada.

Di akhir pertemuan, sembilan menteri yang hadir menandatangani Surat Keputusan Bersama mengenai penguatan penanganan kesehatan jiwa anak dan remaja. Kesepakatan tersebut menjadi dasar koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjalankan program terkait di tingkat nasional maupun daerah.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6  +  1  =