Channel9.id-Jakarta. Film Indonesia memang didominasi genre horor, tapi tampaknya tak semua artis suka membintangi film bergenre horor. Demikian dengan artis Michelle Ziudith, yang selama ini dikenal sebagai ratu drama romantis, akhirnya terpaksi mau membintangi debut di genre horor melalui film ‘Alas Roban’.
Dalam proyek garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini, Michelle memerankan karakter Sita, seorang ibu yang harus berhadapan dengan kegelapan demi keselamatan anaknya.
Perjalanan Michelle dalam film ini bukan sekadar mengejar ketakutan, melainkan mendalami sisi emosional yang sangat kuat di tengah tekanan psikologis yang mencekam. Meskipun sempat ragu karena sifat aslinya yang penakut, kekuatan naskah yang menawarkan drama keluarga hangat tanpa celah cerita membuatnya luluh untuk mengambil tantangan tersebut.
Proses produksi yang dilakukan langsung di lokasi asli memberikan pengalaman yang menguras fisik dan mental bagi sang aktris. Michelle mengakui bahwa terjun ke dunia horor memberikannya perspektif baru sekaligus rasa jera yang unik.
“Ini film horor pertamaku ya. Akhirnya memberanikan diri untuk terjun ke ranahnya Taskya, untuk icip sedikit. Ternyata kapok, alhamdulillah,” candanya dalam konferensi pers film Alas Roban di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Melalui Sita, Michelle mencurahkan seluruh emosinya untuk menggambarkan kasih sayang ibu yang tak terbatas. “Ternyata aku akan sejatuh cinta itu kepada anakku sendiri. Ternyata aku bahkan merelakan hidup dan jiwaku untuk anakku sendiri,” ujar Michelle yang mengharpakan dedikasinya ini mampu menyentuh hati penonton.
Tantangan emosional yang dihadapi Michelle Ziudith dalam film horor perdananya ini melampaui sekadar tuntutan peran sebagai Sita. Di balik layar, ia mengaku sempat sakit saat jadwal pengambilan gambar mencapai puncaknya.
Tekanan semakin meningkat ketika lokasi syuting dilanda banjir bandang dan hujan deras, yang menyebabkan kepanikan di tengah jadwal produksi yang sangat padat. Michelle mengaku sempat diam-diam menangis karena rasa takut akan menghambat proses produksi.
“Aku nangis karena aku sakit, aku takut ngerepotin, aku takut nambah hari karena aku. Aku punya ketakutan, karena aku sebagai yang in-charge di lokasi, aku enggak boleh kasih lihat itu, aku harus tetap tenang,” ucapnya.
Ketenangan sutradara Hadrah Daeng Ratu di tengah kekacauan cuaca tersebut menjadi satu-satunya hal yang membuat Michelle tetap mampu bertahan hingga seluruh adegan terselesaikan.
Kengerian di Alas Roban tidak hanya hadir di dalam filmnya, tetapi juga melalui pengalaman yang dialami oleh para pemainnya. Fara Shakila, pemeran sosok Gendis, dan Michelle mengatakan adanya fenomena mistis berupa aroma bunga yang muncul secara tiba-tiba di tengah hutan.
Wangi bunga melati atau sedap malam tersebut tercium secara bergantian, terutama saat memasuki waktu Maghrib hingga syuting malam hari berlangsung.
“Tiba-tiba tuh kalau setiap kita syuting kayak ada wangi sedap malam gitu tapi kayak lewat, lewat, lewat. Dan itu selama proses syuting berlangsung sampai akhirnya magrib istirahat sampai syuting malam juga wangi sekali,” kata Michelle.
Keputusan tim produksi untuk melakukan pengambilan gambar pada malam satu suro membawa suasana mistis tersendiri bagi seluruh kru. Malam yang dianggap sakral oleh masyarakat Jawa ini bertepatan dengan adegan-adegan penting, namun di saat yang sama, tim harus menghadapi tantangan alam yang ekstrem berupa banjir dan cuaca buruk.
Suasana di lokasi terasa sangat berbeda dengan banyak kru yang mengenakan sarung sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi malam tersebut. Michelle sempat merasa khawatir akan pilihan waktu tersebut, namun ia mengaku ditenangkan oleh sang sutradara.
“Aku sampai bilang, ‘Ibu (Hadrah Daeng), kita syuting ini malam satu suro’, ‘Oh, iya. Kenapa? Itu kan tahun baru Islam, Michelle. It’s okay’ kata Ibu. Aku tenang lagi. Aku udah sempat takut,” pungkas Michelle mengenang syuting yang diwarnai pengalaman mistis.
Film ‘Alas Roban’ siap tayang di bioskop seluruh Indonesia 15 Januari 2026 mendatang.
Kontributor: Akhmad Sekhu





