Lifestyle & Sport

Musikal Perahu Kertas Siap Digelar 30 Januari – 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur

Channel9.id-Jakarta. Musikal Perahu Kertas yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dewi Lestari siap digelar pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

Mengadaptasi sebuah cerita populer yang sudah lekat di benak penggemarnya dalam waktu yang sangat panjang, jelas menjadi satu tantangan tersendiri. Apalagi, penulisnya adalah sosok yang sangat dikenal di dunia literasi Tanah Air.

“Pertama kali dikabarin buat (Musikal Perahu Kertas), memang sudah mendapat restu yang akan menulis adalah saya. Yang mana membuat saya makin deg-degan, karena saya sangat mengidolakan Bu Dewi,” kata Widya Arifianti, penulis naskah Musikal Perahu Kertas, beberapa waktu yang lalu.

Sosok yang juga merupakan penulis naskah film animasi Jumbo ini menyebut, ia bahkan sudah membaca novelnya sejak usia remaja.

“Yang saya senang dari Bu Dewi ini adalah ia orang yang pikirannya paling keren tapi at the same time dia rendah hati. Ia memberikan koridor dan ruangan yang luas bagi kita eksplorasi, sebesar-besarnya. Tapi memang karena kami mengagumi beliau, kami dan komposer selalu menjaga agar (Musikal Perahu Kertas) tidak keluar dari apa yang dimaksudkan Bu Dewi dari awal,” beber Widya.

Widya menjelaskan selama proses penyusunan naskah, tim musikal berulang kali sowan pada Dewi Lestari untuk menjaga visi musikal ini sekaligus mengeksplorasi sisi di balik novel Perahu Kertas.

“Bahkan dari awal, setelah mengumpulkan tim, kita memang pertama kali sowan ke rumah Bu Dewi. Kami bahkan bertanya dari mana sih idenya Perahu Kertas, bahwa Bu Dewi menulisnya waktu masih SMA dan kemudian berkembang ditulis menjadi novel Perahu Kertas dalam 55 hari. Kita juga bertanya apa yang ingin Bu Dew jaga,” tuturnya.

Setiap pembaruan draft naskah tim Musikal Perahu Kertas juga kembali mengunjungi Dewi Lestari dan meminta pendapatnya. Sang penulis juga ikut hadir dalam proses reading bersama dengan pemain. “Prosesnya sangat cair, santai, jadi senang banget,” kata dia.

Mengingat novel Perahu Kertas diterbitkan tahun 2009, apakah ada kemungkinan konten atau karakter di dalamnya disesuaikan dengan era zaman sekarang?

“Pada saat Perahu Kertas pertama kali rilis, elemen tahun 80’s sangat kuat sekali, karena menjadi pop culture pada saat itu. Dan Bu Dew sengaja memasukkan hal itu sebagai unsur quirky-nya Kugy dan Keenan. Tapi ketika diadaptasi ke masa sekarang, kita berusaha untuk tidak terlalu terikat ke tahun tertentu, tapi berusaha untuk fokus pada apa sih isu-isu anak muda yang dialami hari ini. Jadi bukan pop culture-nya,” kata Widya.

Ternyata, benang merah yang mengikat anak muda masa kini dengan era terdahulu, adalah tentang mimpi.

“In this economy, di mana bermimpi kita kadang masih mikir-mikir. Dan ternyata ‘Oh itu masih relevan ya dari dulu sampai sekarang.’ Betapa zaman semakin susah… Walau teknologi meningkat dan berkembang pesat, tantangan itu semakin ada,” tuturnya.

Musikal Perahu Kertas sendiri akan disutradarai Venytha Yoshiantini yang juga bertindak sebagai koreografer. Sementara dari sisi musikal, pertunjukan diperkaya oleh duo komposer ternama, Ifa Fachir dan Simhala Avadana yang berkolaborasi menciptakan musik orisinil dengan semangat khas Perahu Kertas.

Peran Kugy akan dimainkan oleh Alya Syahrani sementara Keenan diperankan Dewara Zaqqi.

Lagu utama ‘Perahu Kertas’ yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda akan menjadi pengikat emosional sepanjang pertunjukan, sementara lagu-lagu lainnya, seperti ‘Milyaran Manusia’, ‘Dua Manusia’, ‘Tahu Diri’ dan ‘Langit Amat Indah’ akan memperkuat nuansa perjalanan batin setiap tokohnya. Ada pula Nathania Karina sebagai Pengarah Musik dan Ivan Tangkulung sebagai Penata Musik.

Penjualan tiket Musikal Perahu Kertas untuk umum sudah dibuka mulai 19 November 2025 di Loket.com.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  3  =