AL HABIB UMAR bin HAMID AL JAELANI
Nasional

Obituari Habib Umar al-Jaelani, Mufti Syafi‘i Makkah yang Wafat Saat ke Indonesia

Channel9.id, Jakarta. Dunia Islam kembali kehilangan salah satu ulama terkemuka. Al Habib Umar bin Hamid bin Abdulhadi al-Jaelani dikabarkan wafat pada Jumat (23/1/2026), dalam perjalanan dari Oman menuju Indonesia. Beliau tutup usia di dalam pesawat sebelum sempat mendarat di Bandara Soekarno–Hatta. Informasi yang beredar menyebutkan pesawat diperkirakan mendarat sekitar pukul 13.30 WIB.

Al Habib Umar merupakan ulama besar, ahli hadis, dan Mufti mazhab Syafi‘i di Makkah al-Mukarramah. Nasab beliau tersambung kepada Sultanul Auliya’ Abu Shalih As-Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Sepanjang hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok pembimbing umat, pewaris ilmu syar‘i, serta rujukan para penuntut ilmu di Haramain.

Beliau lahir pada 1 Syawal 1365 H di Wadi Do‘an, Hadramaut, Yaman, daerah yang dikenal sebagai pusat ulama dan tradisi keilmuan. Ayahnya, Imam Hamid bin Abdulhadi al-Jaelani, merupakan ulama besar yang menghabiskan hidup untuk mengajar, berdakwah, dan mendamaikan masyarakat. Ibundanya berasal dari keluarga Al-Baras, keluarga ulama yang memiliki rantai keilmuan panjang.

Sejak kecil, Al Habib Umar dikenal tekun dan memiliki kecintaan besar terhadap ilmu. Beliau senantiasa mendampingi ayahnya dalam majelis, dan pada usia muda sudah dipercaya mengajar.

Ayahnya memberi perhatian khusus pada pendidikan beliau. Al Habib Umar mempelajari nahwu, fikih, hadis, tafsir, hingga tazkiyatun nafs. Kesungguhannya membuat beliau dipercaya mengajar di Madrasah al-Kharibah pada usia belum genap 17 tahun.

Situasi politik di Hadramaut pada masa rezim komunis kemudian memaksa beliau berhijrah ke Makkah al-Mukarramah. Di kota suci ini, beliau memperdalam ilmu kepada para ulama besar seperti:

Syekh Hasan Masyath

As-Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki

Syekh Abdullah al-Lahji

Syekh Yasin al-Fadani

Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad as-Saqqaf

Al-Habib Ahmad Masyhur bin Thaha al-Haddad

dan ulama Haramain lainnya.

Mengajar di Haramain dan Menjadi Rujukan Umat

Selama lebih dari tiga dekade, Al Habib Umar istiqamah mengajar di Makkah. Majelis ilmunya yang dimulai dengan sedikit murid kemudian berkembang dan dihadiri ulama, habaib, dan penuntut ilmu dari berbagai negara.

Majelis beliau berlangsung tiap malam seusai Isya, dan pada bulan Ramadan digelar selepas Ashar. Metode beliau dikenal teduh, argumentatif, dan sarat hikmah.

Semasa hidup, beliau meninggalkan sejumlah karya ilmiah dan risalah, antara lain:

  • Al-Wajîz fî al-Ijâbah ‘an As’ilah Jâmi‘ah al-Malik ‘Abdul ‘Azîz
  • At-Tazkiyah wa Hâjat al-Ummah Ilaiha
  • Al-Fatwâ wa Khatharatuha
  • Âdâb Thullâb al-‘Ilm dan karya-karya lainnya.

Agenda Dakwah di Indonesia

Kedatangan Al Habib Umar ke Indonesia kali ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi untuk menghadiri Haul KH Asrori Al Ishaki di Pesantren Al Fithroh, Kedinding, Surabaya. Acara haul dijadwalkan berlangsung Jumat malam (24/1/2025) dan dilanjutkan Sabtu pagi (25/1/2025).

KH Asrori Al Ishaki dikenal sebagai mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dan haul beliau setiap tahun dihadiri para ulama, habaib, serta jamaah dari berbagai daerah. Al Habib Umar dijadwalkan mengisi salah satu rangkaian acara tersebut.

Kabar wafatnya Al Habib Umar menimbulkan duka mendalam di kalangan ulama, habaib, dan jamaah tarekat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan sejumlah negara lain. Di Indonesia, berbagai pesantren, majelis taklim, dan komunitas santri menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.

Jenazah beliau direncanakan dimakamkan di Makkah setelah proses syariat dan administrasi diselesaikan oleh keluarga dan pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

38  +    =  47