Channel9.id – Jakarta. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan dan korban lainnya dalam bentrokan antara warga dan aparat di sejumlah daerah. Mereka menilai peristiwa tersebut telah mengganggu stabilitas politik dan keamanan.
Ketua Umum DPP PA GMNI, Arief Hidayat, mengatakan pihaknya berharap seluruh pihak menahan diri, menjaga persatuan, merawat ketertiban, dan memperkuat solidaritas sesama anak bangsa. Menurutnya, kondisi politik dan keamanan yang dinamis membutuhkan sikap bijak dari semua elemen masyarakat.
“Kami menyerukan agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegakkan keadilan secara cepat, transparan, dan tidak tebang pilih atas tuntutan masyarakat dan mahasiswa,” kata Arief melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).
Ia menegaskan aspirasi publik wajib didengar dan ditindaklanjuti melalui mekanisme partisipasi yang bermakna. PA GMNI juga mendesak penegakan hukum independen, transparan, dan akuntabel terkait wafatnya Affan dan korban lain, termasuk pembentukan tim investigasi yang kredibel serta pemberian sanksi tegas bila ditemukan pelanggaran.
Arief menyebut Presiden Prabowo Subianto perlu memimpin musyawarah nasional dengan mengundang tokoh agama, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, serikat pekerja, organisasi masyarakat sipil, hingga dunia usaha. Menurutnya, forum itu penting untuk menghasilkan peta jalan kebijakan yang responsif dalam mewujudkan keadilan sosial.
“Musyawarah nasional perlu diagendakan dengan jelas, berbasis data, dan menghasilkan peta jalan kebijakan yang responsif agar terwujudnya keadilan sosial dan mengikis kesenjangan antar warga masyarakat secara cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, PA GMNI mengajak seluruh elemen bangsa agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi di lapangan maupun informasi yang belum terverifikasi. Arief menekankan pentingnya gotong royong, menjaga ketertiban umum, serta merawat proses demokrasi untuk rakyat dan keadilan sosial.
Ia juga mengingatkan agar elit negara menunjukkan teladan hidup sederhana serta berempati terhadap rakyat. Menurutnya, kebijakan dan perilaku pejabat publik harus mencerminkan solidaritas dengan kondisi ekonomi rakyat dan mengutamakan anggaran untuk kebutuhan dasar.
Lebih lanjut, PA GMNI menyerukan agar semua komponen bangsa menjaga fasilitas publik yang dibangun dari pajak rakyat. Mereka menilai perusakan hanya akan merugikan masyarakat itu sendiri.
Arief menegaskan seruan tersebut merupakan ikhtiar moral-intelektual alumni GMNI untuk menjaga marwah demokrasi berdasarkan Pancasila. “Kami siap terlibat aktif dalam musyawarah, mediasi sosial, dan kerja-kerja kemanusiaan demi Indonesia yang lebih adil dan beradab,” pungkasnya.
HT