Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak dengan mengerahkan ribuan relawan medis.
Laporan Kementerian Kesehatan mencatat 6.525 relawan turun ke lapangan. Sebanyak 5.734 orang bertugas di Aceh, 286 orang di Sumatra Utara, dan 505 orang di Sumatra Barat.
Di Aceh, Satgas mengaktifkan skema Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK). Sebanyak 1.792 relawan mengikuti lima gelombang penugasan. Mereka memperkuat layanan di daerah terpencil, pos pengungsian, puskesmas, dan rumah sakit.
Satgas memprioritaskan Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Pidie Jaya. Relawan menjaga layanan kesehatan dasar tetap berjalan selama masa rehabilitasi.
Sebanyak 171 relawan TCK gelombang kelima mulai bertugas sejak 15 Februari 2026 hingga 28 Februari 2026. Mereka fokus memperkuat layanan kesehatan primer dan membantu operasional fasilitas terdampak.
Satgas juga memulihkan fasilitas kesehatan. Hingga 26 Februari 2026, sebanyak 414 fasilitas kesehatan kembali beroperasi di tiga provinsi. Rinciannya, 146 unit di Aceh, 119 unit di Sumatra Utara, dan 149 unit di Sumatra Barat.
Dua puskesmas yang sempat melayani pasien di luar gedung kini beroperasi di bangunan modular. Pemerintah meresmikannya pada 13 Februari 2026. Fasilitas itu yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam pembangunan fasilitas tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” ujar Budi.





