Kasatgas PRR/MENDAGRI
Nasional

Pembangunan Huntara Capai 78%, Satgas PRR Tekan Jumlah Pengungsi Tenda

Channel9.id, Jakarta. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus meningkatkan okupansi hunian sementara (huntara). Satgas juga menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) untuk mengurangi pengungsi yang masih tinggal di tenda.

Bencana banjir dan longsor sebelumnya melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sejumlah warga masih tinggal di tenda pengungsian.

Berdasarkan laporan Satgas PRR per 10 Maret, pembangunan huntara di tiga provinsi telah mencapai 14.725 unit. Total target pembangunan mencapai 18.697 unit. Dengan demikian, progres pembangunan telah mencapai sekitar 78 persen.

Aceh menjadi wilayah dengan pembangunan huntara terbanyak. Satgas telah menyelesaikan 12.926 unit dari target 16.847 unit. Progres pembangunan di provinsi ini mencapai sekitar 76 persen.

Di Sumatera Utara, pembangunan huntara hampir selesai. Satgas telah merampungkan 969 unit dari target 1.020 unit. Progresnya mencapai sekitar 95 persen.

Sementara itu, pembangunan huntara di Sumatera Barat telah selesai seluruhnya. Satgas menuntaskan pembangunan 830 unit sesuai target. Progres pembangunan di provinsi ini mencapai 100 persen.

Pembangunan Hunian Tetap Dimulai

Selain meningkatkan okupansi huntara, Satgas juga mulai membangun hunian tetap (huntap). Pembangunan dilakukan secara bertahap di wilayah terdampak.

Data Satgas PRR per 9 Maret mencatat pembangunan 1.463 unit huntap sedang berjalan. Total target pembangunan huntap mencapai 36.669 unit. Hingga kini, enam unit huntap telah selesai dibangun.

Satgas juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak tinggal di huntara. Bantuan ini diberikan untuk membantu kebutuhan sementara warga.

Pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Setiap kepala keluarga menerima total Rp1,8 juta.

Penyaluran DTH telah mencapai 100 persen. Bantuan tersebut diterima oleh 12.771 penerima di tiga provinsi.

Rinciannya, sebanyak 6.846 penerima berada di Aceh. Di Sumatera Utara terdapat 4.162 penerima. Sementara di Sumatera Barat tercatat 1.763 penerima.

Percepatan pembangunan huntara dan huntap berdampak pada penurunan jumlah pengungsi di tenda. Data Satgas PRR menunjukkan jumlah pengungsi terus berkurang.

Pada 8 Maret, jumlah pengungsi di tenda mencapai 2.300 kepala keluarga (KK). Sehari kemudian, jumlahnya turun menjadi 1.872 KK. Artinya, terdapat penurunan sebanyak 428 KK.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5.963 jiwa.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan jumlah pengungsi akan terus menurun. Pemerintah menargetkan pengungsi tidak lagi tinggal di tenda sebelum Idulfitri 2026.

Satgas akan terus meningkatkan okupansi huntara. Pemerintah juga melanjutkan penyaluran DTH dan pembersihan lumpur di wilayah terdampak.

“Jumlah pengungsi di tenda akan terus berkurang hingga Idulfitri. Kami optimistis warga segera menempati huntara,” ujar Amran.

Ia berharap tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +    =  18