Channel9.id-Jakarta. Mendagri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyebut proses pemulihan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi menunjukkan kemajuan signifikan. Pembangunan hunian tetap (huntap) kini menjadi prioritas utama.
Hal itu disampaikan Tito usai mengikuti rapat koordinasi tingkat menteri Tim Pengarah Satgas PRR di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Tito menjelaskan, pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) diukur dari berbagai indikator, mulai dari fungsi pemerintahan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami melihat untuk Sumatera Barat relatif paling cepat. Dari 19 kabupaten/kota, 16 terdampak, dan 13 di antaranya sudah berjalan relatif lancar,” ujar Tito.
Ia menambahkan, di Sumut sebagian besar daerah juga menunjukkan progres positif, meski masih ada beberapa wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Sementara di Aceh, sebagian daerah sudah mendekati normal, namun wilayah seperti Aceh Tamiang masih memerlukan penanganan intensif.
Dalam penanganan pengungsi, Tito memastikan pembangunan hunian sementara (huntara) terus berjalan, disertai rencana percepatan pembangunan hunian tetap.
“Huntap menjadi prioritas paling penting, kemudian juga infrastruktur urgen seperti jembatan dan jalan utama,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas kementerian dan lembaga yang terus bekerja di lapangan. Salah satunya respons cepat Kementerian Pekerjaan Umum dalam menangani gangguan akses jalan di wilayah terdampak.
Meski progres dinilai signifikan, Tito mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari normalisasi sungai hingga perbaikan lahan pertanian dan tambak.
Pemerintah pun memperkirakan proses pemulihan secara menyeluruh akan memakan waktu hingga tiga tahun, sesuai rencana induk (renduk) yang disusun oleh Bappenas.
“Ini luas sekali dan kompleks masalahnya, sehingga dibuatkan rencana induk untuk tiga tahun,” jelasnya.
Baca juga: Pembangunan Huntap dan Huntara Dikebut, Ribuan Unit Sudah Rampung





