Nasional

Penyaluran Dana Otsus Papua Hampir Rampung, Kemendagri Kejar 5 Daerah Tersisa

Channel9.id, Jakarta. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk optimistis pemerintah segera menuntaskan penyaluran tahap pertama Dana Otonomi Khusus (Otsus) di wilayah Papua. Ia menyampaikan hal itu usai memimpin rapat percepatan penyaluran secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ribka menjelaskan pemerintah telah menyalurkan dana ke mayoritas daerah. “Dari 46 daerah di Papua, 95 persen sudah terealisasi. Artinya, dananya sudah masuk ke RKUD,” ujarnya.

Ribka menyebut penyaluran di lima daerah belum rampung, yakni Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Manokwari, dan Kabupaten Teluk Bintuni. Ia menilai kendala tersebut bersifat administratif dan teknis, sehingga tidak menghambat secara signifikan.

Pemerintah pusat bersama tim percepatan yang melibatkan Kementerian Keuangan, Kemendagri, dan Bappenas telah mengidentifikasi setiap kendala di daerah. Ribka yakin seluruh persoalan itu dapat segera diselesaikan.

“Dalam minggu ini saya yakin lima daerah ini akan terselesaikan,” tegasnya.

Perbaikan Tata Kelola dan Tahapan Penyaluran

Ribka menilai tata kelola Dana Otsus terus membaik dalam beberapa tahun terakhir. Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar penyaluran tahap pertama sebesar 30 persen berjalan tepat waktu.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi penyaluran tahap berikutnya pada Juni atau Juli, serta tahap ketiga pada November.

“Kualitas laporan harus semakin baik, terukur, dan tepat sasaran,” katanya.

Dorong Transparansi dan Dampak Nyata

Ribka menegaskan Dana Otsus memiliki peran strategis dalam mendorong sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur. Karena itu, pemerintah daerah harus memastikan pemanfaatannya tepat sasaran, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Ia juga meminta pemerintah daerah membuka informasi penggunaan dana kepada publik.

“Pemanfaatannya harus dipublikasikan agar masyarakat tahu Dana Otsus digunakan untuk apa. Transparansi ini sangat penting,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  33  =  37