Channel9.id-Aceh Tamiang. Mendagri Tito Karnavian meminta kepala desa atau keuchik di Aceh segera menyusun data warga terdampak banjir bandang dan longsor yang berhak menerima bantuan pemerintah. Data tersebut mencakup penerima hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), hingga dana tunggu hunian (DTH).
Permintaan itu disampaikan Tito di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Tito menjelaskan, pendataan oleh keuchik menjadi solusi atas kendala administrasi akibat banyaknya dokumen kependudukan warga yang hilang saat bencana.
“Kita ambil jalan pintas, keuchik saja yang bertanggung jawab. Keuchik membuat daftar kerusakan ringan, sedang, berat, yang betul-betul diyakini,” ujar Tito.
Menurut Tito, data yang disusun keuchik selanjutnya diserahkan kepada bupati untuk diverifikasi bersama Kapolres dan Kejaksaan Negeri. Skema ini diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan dan menghindari kesalahan sasaran.
Tito menekankan percepatan pendataan sangat penting agar pengungsi segera keluar dari posko dan menempati hunian yang lebih layak. Berdasarkan perhitungan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, sekitar 60 persen pengungsi bisa langsung direlokasi jika data rampung.
Ia berharap Aceh dapat bergerak lebih cepat, mengikuti langkah Sumatra Barat dan Sumatra Utara yang dinilai telah sigap menyerahkan data penerima bantuan. “Dari Aceh, kalau bisa lebih cepat lagi,” tegasnya.
Tito menambahkan, data tersebut krusial karena menjadi dasar penyaluran bantuan oleh BNPB maupun Kementerian Sosial. Ia pun meminta seluruh kepala daerah bekerja sama agar proses pendataan tidak berlarut-larut.
“Uangnya sudah ada. Jangan sampai masyarakat menyalahkan pemerintah karena tidak cepat, padahal pemerintah menunggu data. Masalahnya hanya di data,” pungkasnya.
Baca juga: Dampingi Presiden, Mendagri Cek Infrastruktur Pascabencana di Tapsel





