Channel9.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memastikan mayoritas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan agen LPG di wilayah terdampak bencana banjir di Sumatra telah kembali pulih. Stok BBM dan LPG juga dipastikan dalam kondisi aman.
Berdasarkan data Pertamina, sebanyak 151 dari total 156 SPBU di Aceh telah kembali beroperasi. Sebanyak lima SPBU lainnya belum dapat beroperasi karena kendala akses.
Sementara itu, dari 131 agen LPG di Aceh, seluruhnya telah kembali beroperasi. Hal yang sama juga berlaku untuk sembilan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Aceh yang kini seluruhnya beroperasi normal.
Di Sumatra Utara, tercatat sebanyak 406 SPBU, 383 agen LPG, serta 46 SPBE telah kembali beroperasi.
“Di Sumatra Barat, untuk lembaga penyalur BBM terdapat 147 SPBU dan tidak ada yang terdampak. Kemudian untuk lembaga penyalur LPG, terdapat 172 agen LPG yang juga tidak terdampak. Jumlah SPBE di sana ada 14, dan kami bersyukur seluruhnya tidak terdampak. Artinya, seluruh lembaga penyalur di Sumatra Barat dapat beroperasi 100 persen,” kata Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita dalam konferensi pers Update Penanganan Pascabencana, Jumat (9/1/2026).
Arya menegaskan, stok BBM dan LPG di ketiga provinsi terdampak bencana saat ini berada dalam kondisi aman dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok dalam posisi aman. Jadi Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM dan LPG. Semuanya dalam kondisi aman,” ujarnya.
Meski hampir seluruh SPBU dan agen LPG telah beroperasi, Arya menambahkan bahwa Pertamina masih menerapkan pola distribusi alternatif dan darurat. Hal ini dilakukan karena kondisi jalur distribusi belum sepenuhnya normal.
Pertamina menyalurkan BBM dan LPG melalui jalur laut dan udara untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya masih terputus. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan jalur darat alternatif.
Berkat kolaborasi dengan BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pihak lainnya, Pertamina dapat menyalurkan BBM ke daerah-daerah yang sempat terisolasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami mendistribusikan BBM menggunakan drum yang dimuat ke dalam pesawat, serta tabung LPG yang diangkut dengan helikopter menggunakan metode sling load. Selain itu, ada juga distribusi menggunakan pesawat Air Tractor,” tutupnya.





