Hot Topic

Pesan Mendagri ke Praja IPDN Gelombang III: Jaga Kesehatan dan Nama Baik di Aceh Tamiang

Channel9.id – Aceh Tamiang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin Apel Pembukaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan ASN Kemendagri Gelombang Ketiga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). Dalam amanatnya, Tito berpesan kepada para praja untuk tetap membantu pemulihan pascabencana dengan memperhatikan kesehatan masing-masing.

Di hadapan 731 Praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang ketiga itu, Tito mengatakan Praja IPDN dididik semi-militer salah satunya untuk diuji kesehatan. Penugasan di Aceh Tamiang, kata Tito, akan menjadi penilaian sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di IPDN.

“Laksanakan tugas yang baik. Tapi yang paling penting adalah jaga kesehatan masing-masing. Kalau sudah tidak sehat, sakit, beban bagi yang lain. Upayakan untuk jaga kesehatan,” kata Tito saat memberikan amanat Apel Pembukaan Praja IPDN dan ASN Kemendagri di halaman Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu.

Di samping kesehatan, Tito juga meminta para praja untuk menjaga nama baik IPDN di mata masyarakat Aceh Tamiang. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra itu berharap para praja gelombang ketiga dapat mengikuti jejak praja gelombang pertama dan kedua.

“Dua gelombang yang pertama membawa nama baik, yang bagus di mata masyarakat Aceh, Aceh Tamiang khususnya. Gelombang ketiga saya harap hal yang sama,” ujar Tito.

“Kembali dalam keadaan membawa nama baik dan meninggalkan legacy yang baik juga, yaitu membantu masyarakat Aceh Tamiang yang tertimpa bencana,” imbuhnya.

Adapun dalam apel ini, Tito menyematkan pita pembukaan sebagai simbol resmi penugasan Praja IPDN untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah (pemda) pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Satgas PRR Pascabencana Sumatra telah menerjunkan 733 Praja IPDN gelombang ketiga ke Kabupaten Aceh Tamiang pada 30 Maret 2026. Pada gelombang ketiga ini, ratusan Praja IPDN itu akan bertugas hingga 29 April 2026 dengan fokus pada pembersihan fasilitas umum, seperti jalan, drainase, makam raja di Aceh Tamiang, serta fasilitas olahraga.

Para Praja IPDN juga turut membantu membersihkan rumah warga di Desa Kota Kuala Simpang dan Desa Kampung Bundar. Kegiatan ini diperluas dengan target tambahan di Desa Kampung Dalam dan Desa Terban.

Secara keseluruhan, Satgas PRR telah menurunkan sebanyak 2.279 Praja IPDN dalam tiga gelombang. Mereka difokuskan pada pembersihan lumpur di kantor pemerintahan, rumah warga, jalan transportasi, hingga fasilitas umum.

Berdasarkan data per 2 April 2026, masih terdapat 24 sekolah, 3 fasilitas umum, dan 8 perkantoran di Aceh Tamiang yang masih menjadi sasaran pembersihan lumpur.

Baca juga: Tiba di Aceh Tamiang, Mendagri Pimpin Apel Praja IPDN Gelombang Ketiga

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39  +    =  49