Hot Topic

Polda Metro Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Diplomat Arya Daru

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menghentikan penyelidikan kasus kematian Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru yang ditemukan tewas dengan kondisi kepala dilakban di kamar kosnya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Juli tahun lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, penghentian ini diputuskan berdasarkan rangkaian penyelidikan. Penyelidik tidak menemukan unsur pidana dalam peristiwa itu.

“Iya benar dihentikan lidik karena dari rangkaian penyelidikan, olah barang bukti, dan keterangan saksi, hingga hasil gelar perkara tidak ditemukan tindak pidana,” kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Namun, jika ke depannya pihak keluarga dapat menyajikan barang bukti baru yang mengarahkan kepada tindak pidana, polisi akan membuka kembali perkara ini.

“Dengan senang hati, penyelidik selalu membuka tangan. Jika ada bukti baru yang valid maka akan kami dalami kembali,” kata dia.

Arya Daru ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban di rumah kost di Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 08.10 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, polisi memastikan Arya meninggal dunia bukan karena aksi pembunuhan atau tindak pidana, tetapi karena mati lemas.

Meski demikian, polisi menegaskan kasus ini belum ditutup dan masih terbuka terhadap informasi baru terkait kematian diplomat asal Yogyakarta tersebut. Hasil pemeriksaan luar dari tim forensik RSCM menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, yakni luka lecet di wajah dan leher, luka terbuka di bibir, memar pada wajah, bibir, dan lengan kanan, serta tanda-tanda perbendungan.

Pemeriksaan dalam menunjukkan adanya darah berwarna gelap dan encer, lendir serta busa halus pada batang tenggorok, paru-paru yang sembab, serta tanda perbendungan di seluruh organ dalam. Tidak ditemukan penyakit maupun zat berbahaya yang dapat mengganggu pertukaran oksigen pada tubuh korban.

“Maka sebab mati almarhum akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran nafas atas yang menyebabkan mati lemas,” jelas dr. G. Yoga Tohijiwa, Sp.F.M., dokter forensik RSCM.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  48  =  57