Hashim Djojohadikusumo sebut Prabowo
Ekbis

Prabowo Tegur Otoritas Bursa setelah IHSG Jatuh akibat Peringatan MSCI

Channel9.id, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bereaksi keras terhadap peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal isu transparansi pasar modal Indonesia yang sempat memicu gejolak tajam di Bursa Efek Indonesia. Sentimen tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam hingga perdagangan beberapa kali dihentikan sementara (trading halt).

Pada periode itu, IHSG tercatat melemah lebih dari 8%. Tekanan tersebut berdampak langsung pada investor ritel yang mengalami kerugian signifikan. Pemerintah menilai situasi tersebut bukan hanya persoalan pasar, tetapi juga menyangkut reputasi Indonesia di mata global.

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan Prabowo menaruh perhatian serius terhadap kejadian tersebut.

“Beliau sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu. Bagi Presiden, ini bukan sekadar soal pasar saham, tapi juga menyangkut kehormatan negara. Banyak investor ritel yang rugi, dan itu menjadi perhatian besar,” ujar Hashim dalam ASEAN Climate Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurut Hashim, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pasar modal guna mencegah peristiwa serupa terulang. Ia bahkan mengingatkan langsung pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik serta Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi agar meningkatkan kontrol dan pengawasan.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga kepercayaan publik sekaligus kredibilitas Indonesia di mata investor.

“Pemerintah bertekad menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, reputasi negara adalah hal utama, sehingga pengawasan akan dilakukan sangat ketat,” katanya.

Sebagai catatan, peringatan dari MSCI memicu tekanan pasar selama dua hari perdagangan. Pada Rabu (28/1), IHSG sempat turun 7,35% ke level 8.320,55 dan memaksa bursa menghentikan perdagangan di sesi kedua. Sehari berikutnya, indeks kembali melemah hingga 8% pada sesi pertama sehingga trading halt kembali diberlakukan.

Meski demikian, IHSG berhasil memangkas kerugian menjelang penutupan dan ditutup turun 1,06% di posisi 8.232,20.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  8  =