Channel9.id-Jakarta. Mengadaptasi karya sastra ke dalam pertunjukan musikal bukan perkara mudah. Diperlukan kehati-hatian agar esensi cerita tetap terjaga tanpa kehilangan daya tarik panggung. Hal inilah yang menjadi perhatian utama produser Musikal Perahu Kertas dari Galeri Indonesia Kaya, Billy Gamaliel.
Billy memastikan pementasan Musikal Perahu Kertas akan menyajikan kisah yang diadaptasi secara murni dari novel karya Dewi “Dee” Lestari berjudul Perahu Kertas. Berbeda dengan versi film layar lebar, musikal ini tidak menempatkan romansa sebagai fokus utama, melainkan perjuangan meraih mimpi dan proses penciptaan karya para tokohnya.
“Justru kita tidak berbeda dengan novel, tapi mengadaptasi murni dari novel. Jadi yang berbeda memang dari film. Musikal Perahu Kertas romansanya menjadi elemen sekunder,” kata Billy di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Billy mengungkapkan, beberapa elemen yang familier bagi penonton film tidak diwujudkan secara visual di atas panggung. Salah satunya adalah istilah “pemadam kelaparan” yang hanya dihadirkan dalam dialog pementasan.
“Itu menjadi satu kata tagline yang cukup dikenal di novel dan film. Di musikal ini tidak kita wujudkan di atas panggung, tapi tetap dihadirkan dalam naskah dan dialog,” jelasnya.
Fokus cerita diarahkan pada ambisi dan proses kreatif setiap karakter, dengan dunia imajinatif Kugy sebagai pendongeng menjadi elemen yang paling ditonjolkan. Penguatan visual dilakukan melalui pemanfaatan teknologi panggung untuk membawa penonton masuk ke dunia imajinasi tersebut.
Penulis skenario Musikal Perahu Kertas, Widya Arifianti atau Bida, menegaskan tim produksi berupaya menjaga roh cerita yang ditulis oleh Dee Lestari. Menurutnya, karakter Kugy yang imajinatif menjadi kunci utama dalam pementasan.
“Kami ingin menjaga rohnya, ceritanya dari Ibu Dewi. Karena Kugy adalah seorang pendongeng, tentu kami akan mengedepankan dunia imajinatifnya,” ujar Bida.
Meski setia pada novel, tim produksi tetap melakukan seleksi adegan agar sesuai dengan durasi panggung yang terbatas. Proses pemilihan dilakukan melalui diskusi dan pendalaman bersama Dee Lestari sejak awal.
Sebanyak 21 lagu disiapkan untuk memperkuat atmosfer cerita, termasuk dua lagu baru berjudul Miliaran Manusia dan Agency. Pementasan ini juga tidak mengedepankan konsep breaking the fourth wall agar penonton dapat sepenuhnya tenggelam dalam dunia Kugy dan Keenan.
Identitas visual Perahu Kertas yang khas dengan nuansa cat air turut diadaptasi ke dalam elemen panggung. Penggunaan boneka atau puppets menjadi salah satu strategi kreatif untuk menghidupkan dunia cerita yang imajinatif dan eksploratif.
Musikal Perahu Kertas akan dipentaskan mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta dengan total 21 pertunjukan. Tiket sudah tersedia dan dapat dipesan secara daring melalui laman resmi loket.com/musikalperahukertas.
Kontributor: Akhmad Sekhu





