Nasional

Prof. Indria Samego Tutup Usia, Demokrasi Indonesia Kehilangan Salah Satu Pemikirnya

Channel9.id, Jakarta — Dunia intelektual Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Prof. Dr. Indria Samego, M.A., pengamat politik, peneliti senior, dan Anggota Dewan Pakar The Habibie Center, wafat pada hari ini. Kabar duka tersebut dikonfirmasi keluarga besar The Habibie Center melalui keterangan resmi.

Dalam pernyataannya, The Habibie Center menyampaikan rasa dukacita mendalam atas kepergian almarhum. “Prof. Indria Samego merupakan sosok intelektual yang memiliki dedikasi tinggi terhadap penguatan demokrasi dan tata kelola pemerintahan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sejak era 1980–an hingga reformasi, nama Indria Samego dikenal luas sebagai pengamat politik yang tajam, berani, dan independen. Ia kerap memberikan analisis mengenai dinamika militer, transisi demokrasi, hingga persoalan hubungan sipil–militer menggunakan perspektif akademik yang jernih namun lugas.

Dedikasi pemikirannya terekam dalam sejumlah karya yang hingga kini masih menjadi rujukan penting, antara lain:

  • Politik Tanpa Kekerasan

  • Bila ABRI Menghendaki

  • Bila ABRI Berbisnis

Karya-karya tersebut dianggap memberi kontribusi signifikan terhadap kajian politik dan militer Indonesia, terutama pada masa transisi demokrasi.

Sebagai anggota Dewan Pakar The Habibie Center, almarhum berperan dalam pengembangan kajian publik, demokrasi, dan keamanan. Selain itu, ia juga dikenal luas sebagai akademisi, peneliti, dan penasihat di berbagai lembaga nasional.

Kiprah dan gagasannya di bidang kebijakan publik dinilai banyak pihak sebagai warisan intelektual yang penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia pasca-Reformasi.

Atas kepergian almarhum, The Habibie Center menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan seluruh kolega yang ditinggalkan.

“Semoga segala amal dan dedikasi beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tulis The Habibie Center dalam pernyataannya.

Indonesia pun kehilangan salah satu saksi sekaligus analis terpenting dalam proses demokratisasi.

“Selamat jalan, Prof. Dr. Indria Samego, M.A. Pemikiran dan pengabdianmu akan terus hidup dalam perjalanan demokrasi negeri ini.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  2  =