Channel9.id-Jakarta. Samuel Rizal kembali menyapa penikmat film lewat proyek terbaru Rajah. Dalam film besutan sutradara Jiwo Kusumo ini, Samuel Rizal diplot sebagai tokoh antagonis bernama Mala Wangsa.
Karakter Mala Wangsa yang dimainkannya bukan sosok sembarangan karena memiliki sisi gelap dominan dalam alur cerita. Samuel Rizal memberi gambaran mengenai watak tokoh tersebut, yang diklaim akan membuat penonton merasa geregetan sepanjang film.
“Mala Wangsa bisa di-Google sendiri, dia sepertinya orang jahat. Dia mencium bau kok ada yang kayak mau mengalahkan atau melewati gue nih, jadi dia jahatnya lebih keluar lagi. Di film itu nanti pasti ada yang baik ada yang jahat,” kata Samuel Rizal di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Lebih lanjut, Samuel Rizal menerangkan tentang film tersebut. “Ya nanti lihat sendiri bagaimana konflik-konfliknya dari awal sampai akhir. Kalau biasanya melihat saya di film drama remaja, di film ini saya total menjadi sosok antagonis,” terangnya.
Selain tantangan mendalami peran, syuting film Rajah menyisakan kisah tersendiri bagi seluruh kru dan pemain. Samuel Rizal menceritakan, lokasi syuting dilakukan di pusat perbelanjaan yang suasananya terasa sangat berbeda saat malam tiba.
“Di lokasi sebenarnya ada di mal itu kalau malam, itu malnya kayak ada, kayak mal sudah enggak kepakai. Ada beberapa tenant tapi agak mal mati gitu. Nah, itu kalau sudah malam agak-agak tuh. Cuma bukan gue doang kok, yang lain juga pada ngerasain juga. Jadi ya sudah, memang begitulah,” bebernya.
Meski suasana di lokasi terasa mencekam, Samuel Rizal memastikan syuting lancar sesuai jadwal. Ia tak menampik sempat waswas ketika harus berada di sudut ruangan yang sepi sendirian.
“Kalau proses syuting enggak. Tapi kalau lagi mojok sendiri atau mau ke toilet, itu lumayan. Karena memang itu mal-nya gede tapi enggak dipakai, ya tahu sendirilah ya keadaan mal tapi enggak dipakai tuh kayak gimana,” papar Samuel Rizal menyambung.
Ditha Samantha selaku produser eksekutif menjelaskan, Rajah bukan sekadar film horor biasa. Ada misi besar memperkenalkan kembali kekayaan tradisi Indonesia kepada generasi muda yang kini mulai tergerus zaman.
“Film Rajah mengangkat latar belakang seni budaya dengan tujuan menjaga dan mengajak generasi muda untuk mencintai serta melestarikan budaya Indonesia. Kami memiliki harapan agar generasi bangsa tidak lupa akar jati diri bangsa,” jelas Ditha Samantha.
Senada dengan Ditha Samantha, sutradara R. Jiwo Kusumo menjelaskan inspirasi film ini lahir dari keresahan sebagai seniman tari. Ia ingin meluruskan persepsi masyarakat mengenai istilah Rajah yang sering dianggap mistis.
“Berangkat dari keresahan kami yang terlahir sebagai penari, kami sangat mencintai seni tari gaya Surakarta Hadiningrat. Meskipun film ini fiktif, kami ingin mengangkat karya pujangga Ronggowarsito. Bagi kami, Rajah itu bukan sesuatu yang mistis, tapi karya seni,” tegas Jiwo Kusumo.
Film Rajah berkisah tentang Nila dan Cakra yang bertubi-tubi mendapat teror gaib. Keduanya menjadi sasaran kekuatan tak kasat mata yang berusaha melahap jiwa, hingga takdir mempertemukan mereka dengan Mala Wangsa dan Birsha.
Di saat bersamaan, Nila dan Cakra bertemu Tribuana, pelatih tari tradisional Jawa yang membawa petunjuk sekaligus misteri baru. Apakah pertemuan ini mampu menyelamatkan mereka dari teror yang selama ini mengintai?
Selain Samuel Rizal, film ‘Rajah’ dibintangi Aditya Zoni, Ditha Samantha, Angel Lisandi Putri, dan Pandji Zoni.
Film ini dijadwalkan tayang di bioksop mulai 26 Februari 2026.
Kontributor: Akhmad Sekhu





