Hot Topic

Sinergi TNI–Polri Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatra

Channel9.id – Jakarta. Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor terus dipercepat melalui kerja lapangan TNI dan Polri yang dilakukan pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan fasilitas publik, aliran sungai, dan rumah warga untuk mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat.

TNI mengerahkan personel untuk membersihkan Pasar Desa Huta Godang, termasuk area kanan dan kiri jalan yang terdampak material banjir dan longsor. Pembersihan menyasar lumpur, sampah, serta sisa material yang menghambat akses dan aktivitas ekonomi warga.

Langkah tersebut diprioritaskan untuk memulihkan fungsi fasilitas publik dan memperlancar mobilitas masyarakat. Pasar dan akses jalan dinilai menjadi titik penting dalam perputaran kebutuhan harian warga setempat.

Selain pasar, TNI juga melakukan pembersihan aliran sungai di Desa Adian Koting, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kegiatan ini menyasar pengangkatan tumpukan kayu dan material lain yang berpotensi menyumbat aliran sungai pascabanjir.

Pembersihan sungai dilakukan untuk mengurangi risiko luapan susulan dan memperlancar aliran air. Upaya ini juga ditujukan untuk meminimalkan potensi kerusakan lanjutan pada bantaran sungai dan permukiman di sekitarnya.

Sementara itu, Polri melalui personel Ditsamapta Polda Sumatra Barat melaksanakan pembersihan rumah warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam. Kegiatan difokuskan pada pengangkatan lumpur dan sisa material banjir di area hunian.

Pembersihan rumah dilakukan untuk membantu warga mempercepat pemulihan tempat tinggal agar kembali layak ditempati. Perhatian diberikan pada bagian rumah yang tertutup endapan lumpur dan material sisa bencana.

Secara operasional, pemulihan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Fasilitas umum dan akses distribusi diprioritaskan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, sementara sungai ditangani untuk mengurangi dampak lanjutan.

Pada saat yang sama, pemulihan hunian warga diarahkan agar keluarga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dalam lingkungan yang lebih aman dan sehat. Pendekatan ini menggabungkan aspek teknis dan kemanusiaan dalam penanganan pascabencana.

Kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara TNI dan Polri dalam pemulihan pascabencana. TNI berfokus pada normalisasi ruang publik dan pengurangan risiko, sementara Polri menitikberatkan pada pemulihan sosial melalui bantuan langsung kepada warga.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

22  +    =  24