Channel9.id – Jakarta. Massa yang sebagian besar berasal dari pengemudi ojek online (ojol) masih memadati kawasan Markas Komando (Mako) Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) sore. Massa terus berdatangan meskipun polisi terus menembakki gas air mata.
Pantauan channel9.id di perempatan Pasar Senen, Jakarta Pusat, bentrokan antara warga dengan aparat kepolisian mulai pecah sejak pukul 15.00 WIB. Massa yang tadinya memadati depan gerbang Mako Brimob Kwitang dipukul mundur hingga ke perempatan Pasar Senen.
Aparat kepolisian lantas ramai-ramai keluar dari Mako Brimob dengan membawa pentungan dan tameng besi. Polisi kemudian menembakkan gas air mata.
Hingga pukul 17.27 WIB, bentrokan antara polisi dengan warga masih berlangsung. Namun, massa dari berbagai wilayah masih terus berdatangan.
Beberapa mobil ambulans silih berganti mengangkut massa yang tak kuat menahan sesak akibat gas air mata. Mereka diangkut menuju posko medis terdekat.
Di sisi lain, massa juga memblokade jalan dari Tugu Tani menuju Pasar Senen. Dari arah Salemba, kendaraan roda empat sudah tidak bisa mengakses jalan menuju arah Mangga Dua.
Adapun bentrokan antara polisi dan warga ini sudah berlangsung sejak Kamis (28/8/2025) malam. Massa mengepung Mako Brimob Kwitang usai tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan (21) yang tewas usai dilindas kendaraan taktis polisi saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Affan Kurniawan tewas di area depan Rumah Susun Bendungan Hilir (Rusun Benhil) II, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Awalnya, aparat kepolisian menahan demonstran di sekitar Pom Bensin di Pejompongan.
Sekitar pukul 19.25 WIB, mobil rantis milik Brimob Polda Metro Jaya itu tiba-tiba melaju kencang di tengah jalan tanpa memperhatikan massa yang berkumpul.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, mobil itu melaju cukup kencang di tengah kerumunan massa yang berlarian karena panik. Di tengah momen itu, Affan terlihat terjatuh dan akhirnya ditabrak oleh mobil lapis baja tersebut.
Namun, polisi yang mengendarai mobil tersebut justru tancap gas dan mengabaikan Affan yang sudah terkapar depan mobil itu. Beberapa demonstran pun mencoba mengejar dan menghentikan mobil tersebut.
Nyawa Affan pun tak tertolong. Pemuda 21 tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM, Jakarta Pusat, tak lama setelah dilindas polisi dengan mobil lapis baja.
Selain melindas pengemudi ojol, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah demonstran. Imbasnya, kepulan asap dari gas berbahan kimia itu juga masuk ke pemukiman warga bahkan ke dalam Stasiun Karet.
Saat ini ada tujuh orang anggota yang diamankan dan diperiksa. Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
HT