Lifestyle & Sport

Sutradara Fajar Martha Santosa Siapkan Strategi Unik di Film ‘Sebelum Dijemput Nenek’

Channel9.id-Jakarta. Proses kreatif dalam menggarap sebuah film tentu punya ciri khas tersendiri bagi sutradara. Demikian dengan sutradara Fajar Martha Santosa menyiapkan strategi unik untuk film horor komedi terbarunya, Sebelum Dijemput Nenek. Film produksi Rapi Films ini dipastikan tak hanya menjual tawa dan ketakutan lewat satu entitas gaib, melainkan juga menghadirkan elemen kejutan berupa munculnya hantu-hantu ikonik dari semesta film Rapi Films terdahulu sebagai kameo.

Langkah ini merupakan hasil diskusi matang antara sutradara dengan produser Sunil Samtani. Fajar menjelaskan bahwa kehadiran sosok-sosok gaib dari pustaka lama Rapi Films bertujuan untuk menciptakan sebuah shared universe yang segar bagi penonton.

“Jadi ini kayak mix universe-nya film-film Rapi Films gitu, lalu kita ceng-cengin mereka di film ini,” ujar Fajar dalam konferensi pers screening film Sebelum Dijemput Nenek, dikutip Jumat (16/1/2026).

Kehadiran hantu-hantu ‘senior’ tersebut berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.

Fajar menegaskan pilihannya untuk menggunakan karakter hantu internal rumah produksi demi memperkuat identitas semesta yang ingin dibangun.

Selain kejutan dari sisi mistis, film ini juga menggandeng figur publik populer seperti kreator konten Eri Pras dan Tante Ernie sebagai kameo.

Pemilihan mereka didasari oleh kepribadian dan cara berinteraksi di media sosial yang dinilai sangat cocok dengan warna komedi film ini.

Kehadiran mereka akan bersinggungan dengan karakter Nisa, yang diperankan Wavi Zihan. Karakter Nisa sendiri dirancang sebagai representasi generasi yang antusias menghadapi fenomena mistis demi konten media sosial.

Namun, dinamika utama cerita tetap bertumpu pada interaksi saudara kembar yang “serupa tapi tak sama”, yakni Hestu dan Akbar.

Diperankan oleh Angga Yunanda sebagai Hestu yang serius dan Dodit Mulyanto sebagai Akbar yang santai, perbedaan nasib dan sifat keduanya menjadi motor penggerak humor yang alami di tengah situasi menegangkan.

Di balik sosok menyeramkan Mbah Marsiyem, aktris Sri Isworowati harus berjuang ekstra dengan mengenakan makeup prostetik selama berjam-jam. Meski melelahkan, ia mengaku memiliki misi khusus bagi generasi muda melalui perannya tersebut.

“Saya pesan pada semuanya, film ini ada untuk pendidikannya, ada untuk semangat. Jadi enggak usah takut sama hantu. Kalau melihat hantu, ingat saja Mbah Marsiyem,” tutur Sri.

Ia berharap penonton tidk lagi merasa takut secara berlebihan terhadap sosok hantu di layar lebar.

Film horor komedi yang memadukan nostalgia hantu klasik dengan bumbu komedi modern ini dijadwalkan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 22 Januari 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30  +    =  36