Channel9.id – Jakarta. Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkaitan dengan kepentingan politik pribadi maupun upaya mencari jabatan. Tompi menegaskan, pertemuan bersama sejumlah figur seni Tanah Air itu tidak dilakukan untuk mencari jabatan di pemerintahan.
Adapun pertemuan itu dilakukan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, pembawa acara Melaney Ricardo, dan aktor sekaligus atlet bela diri Iko Uwais.
“Biar enggak keterusan bercandanya, saya kemarin ketemu wapres bukan dalam rangka nyari posisi jabatan atau jilat-jilatan,” tulis Tompi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa (6/1/2026).
Tompi menjelaskan pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan bantuan lanjutan bagi wilayah-wilayah di Sumatera yang terdampak banjir. Menurutnya, diskusi dilakukan secara serius dengan menyoroti kondisi nyata di lapangan.
“Jadi saya bersama teman-teman ngobrol bersama Pak Wapres untuk membicarakan bantuan lanjutan di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang,” ungkap Tompi.
Ia menyebut pembahasan tidak hanya menyangkut penyaluran bantuan darurat, tetapi juga evaluasi program yang sudah berjalan. Diskusi turut mencakup kendala di lapangan serta rencana pemulihan jangka menengah hingga panjang, termasuk penguatan ekonomi masyarakat terdampak.
“Kita membahas program ke depannya seperti apa, apa yang sudah berjalan, bagaimana kondisi di lapangan, kendalanya di mana, sampai pemulihan dan upaya yang diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian di sana,” bebernya.
Tompi menambahkan, dirinya dan rekan-rekan memberikan masukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Ia menilai kejelasan mekanisme penting agar bantuan tepat sasaran.
“Kami memberikan masukan untuk percepatan agar bantuan bisa lebih terkoordinasi dan jelas,” katanya.
Selain itu, Tompi juga mengusulkan program bantuan khusus menjelang bulan Ramadhan bagi warga terdampak banjir. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih baik.
“Kami juga memberi masukan untuk program di bulan Ramadhan, seperti dapur umum untuk membantu buka puasa dan sahur,” tutup Tompi.
Adapun pertemuan itu dilakukan setelah Tompi mengkritik salah satu materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesial Mens Rea. Kritik itu disampaikan melalui akun Instagram @dr_tompi.
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menyinggung alasan pemilih memilih pemimpin berdasarkan fisik lalu melontarkan guyonan soal mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap terlihat mengantuk. Menanggapi hal itu, Tompi menilai kondisi fisik seseorang bukan bahan kritik yang cerdas.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai ptosis, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi, Minggu (4/1/2026).
Kemudian pada Senin (5/1/2026), Tompi mengunggah foto dirinya dan sejumlah figur publik lainnya bersama Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden. Publik pun menduga unggahannya yang membela Gibran sebelumnya berkaitan dengan upaya Tompi untuk mencari jabatan di pemerintahan.
“Pantesan nyerang Bang Panji gara2 ada kata ngantuk….. ternyata oh ternyata,” tulis salah satu warganet.
“Pantes komenin Panji (emotikon tertawa) jilat trus..” tulis warganet lainnya.
HT





