Channel9.id, Banda Aceh. Suasana Ramadan terasa khidmat di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada Jumat (6/3/2026) malam. Warga memadati kawasan masjid untuk mengikuti penutupan Aceh Ramadan Festival 2026, yang dirangkaikan dengan Khanduri Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, hadir dan memukul bedug di halaman masjid. Dentuman bedug menandai dimulainya buka puasa bersama yang diikuti masyarakat dan para undangan.
Masyarakat langsung menikmati santap berbuka bersama dan menunaikan salat Magrib berjamaah di kompleks masjid kebanggaan Aceh.
Peringatan Nuzulul Qur’an dan Pesan Mendagri
Tito mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an mengingatkan umat Islam tentang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surah Al-Alaq. Ia menegaskan momen itu menandai awal diturunkannya Al-Qur’an.
“Sekarang kita bisa berkumpul di masjid kebanggaan kita di malam Nuzulul Qur’an. Allah SWT menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, dan Malaikat Jibril menyampaikan Surah Al-Alaq. Iqra’ bismi rabbikalladzî khalaq,” ujar Tito.
Tito juga menuturkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang saat ini menunjukkan perkembangan positif. Ia menjelaskan bencana sebelumnya berdampak pada 52 kabupaten/kota di tiga provinsi.
Pemerintah Kerahkan Kekuatan Nasional
Sejak hari pertama bencana, pemerintah pusat mengerahkan berbagai kekuatan nasional untuk menangani kondisi darurat. TNI, Polri, dan BNPB bekerja di lapangan membantu masyarakat terdampak. Tim gabungan menembus wilayah yang akses jalannya terputus akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.
“Tim juga menembus sungai-sungai yang putus. Karena kecintaan saya pada Aceh, hari ini saya melihat situasi jauh lebih baik dibanding ketika saya datang 29 November lalu,” kata Tito.
Infrastruktur dan Ekonomi Pulih
Tito menambahkan, kondisi di wilayah terdampak kini lebih baik dibanding awal bencana. Pemerintah menyalakan kembali listrik hampir sepenuhnya di sebagian besar wilayah. Jaringan internet yang sempat terputus kini berfungsi normal.
Pemerintah memperlancar distribusi logistik ke wilayah pegunungan seperti Aceh Tengah. Pasar dan ekonomi masyarakat mulai bergerak kembali.
“Aktivitas pasar dan ekonomi masyarakat pun mulai berjalan normal, semua berkat kerja keras kita dan berkah Allah SWT,” ujarnya.
Penanganan Wilayah Terdampak
Pemerintah terus menangani wilayah terdampak banjir lumpur dan longsor, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen. Pemerintah fokus memperbaiki jalan dan jembatan sementara di daerah pegunungan seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Tito menyatakan pemerintah menyalurkan bantuan tahap pertama kepada masyarakat, mulai dari perbaikan rumah hingga bantuan perorangan.
“Pemerintah memberikan bantuan rumah rusak ringan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta. Pemerintah juga menyalurkan bantuan perorangan: uang lauk pauk Rp15 ribu per hari, bantuan perabotan Rp3 juta, dan stimulan ekonomi Rp5 juta,” ujarnya.
Ia menambahkan, total bantuan gelombang pertama mencapai sekitar Rp900 miliar. Pemerintah mengalokasikan Rp400 miliar untuk Aceh, termasuk Rp241,6 miliar di Pidie Jaya. Pemerintah juga menyalurkan ribuan perlengkapan ibadah dan Al-Qur’an wakaf kepada warga terdampak.
“Ada 5.000 peralatan salat. Al-Qur’an wakaf dari Bapak Presiden totalnya 70 ribu, namun hari ini kami bagikan 5.000. Ada juga sajadah, sarung, dan mukena. Semoga bermanfaat dan diberikan kepada yang berhak,” tutup Tito.





